Yup! Tsugamu balik lagi!
tapi kali ini tsugamu punya nama belakang baru, yaitu Masakoto. Thx buat temen2 KKN unit 47 yang kasih nama baru...(siapa sih sebenarnya yang ngasih pertama kali??)
Well....saya sebenernya punya uneg2 tentang sampah (lagi? ya, lagi, lagi lagi (nadaalateletubbies) Dulu pas KKN pernah saya buat. Tapi kok filenya ga ada ya?
=.=
cari dulu deh ya...
Anyway, kurang lebih hari ini adalah H-8 lebaran. Selamat melanjutkan aktivitas! (lhogaadaucapanapapani?)
Minggu, 21 Agustus 2011
Selasa, 24 Mei 2011
Konsol-Konsol Lama Tetap Hidup? (Bicara tentang Eksklusifitas)
Aku punya pemikiran...
Gimana ya kalau seandainya produsen konsol-konsol lama seperti Bandai, Panasonic, serta Sega tetap bertahan pada industri konsolnya?
Salah satu hal yang aku pikirkan (baru aja kepikiran) adalah, kita semakin susah memainkan video-video game yang notabene diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Banyak game akan menjadi eksklusif untuk konsol-konsol "rumah" mereka.
Ya, kata eksklusivitas memang sangat menjengkelkan, apapun dan dimanapun itu tempatnya. Dalam video game, eksklusif berarti ya hanya bisa dimainkan di konsol-konsol tertentu. Kalau sekarang, contoh-contoh game eksklusif antara lain Gran Turismo, God of War, Ratchet and Clank, Uncharted, serta Resistance yang notabene semua game tersebut dibuat oleh anak perusahaan Sony Computer. Nintendo juga mempunyai game-game eksklusif seperti Mario Bros, Kirby, Metroid, Zelda, serta Pokemon yang ketenarannya sudah diakui di berbagai negara. Adanya game-game eksklusif tersebut juga membuat karakter-karakter game menjadi ikon dari konsol tersebut. Sonic selalu erat dengan Sega, begitu pula Mario dan Zelda yang menjadi ikon Nintendo.
Mario sampai saat ini memang masih eksklusif untuk Nintendo. Sonic pun demikian, namun itu terjadi di masa Sega masih memroduksi konsol. Ketika Sega memutuskan untuk mengentikan produksi konsol dan beralih ke pengembang game, Sonic pun "berlari" ke konsol-konsol lain seperti Xbox, PS2, dan Game Boy Advance. Hal sama juga terjadi pada ikon-ikon Sega lain seperti Virtua Fighter, Virtua Cop, Sega Rally, serta Crazy Taxi yang menjajah konsol lain semenjak kepergian Sega dari industri konsol. Sega tentu tak ingin nasib game-game tersebut sama seperti konsol rumah mereka dahulu.
Sekarang, mari kita berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan. Apa yang terjadi seandainya, katakanlah, ada satu dari 3 konsol utama yang bersaing di pasaran mengumumkan pengunduran dirinya? Tentu kemungkinan terbesarnya adalah "transmigrasi bedol desa" berbagai game-game yang terkenal. Tujuannya sama seperti Sega, supaya eksistensi game-game tersebut tidak punah. Kalau perlu, game-game tersebut tak akan diproduksi untuk satu konsol saja alias menjadi multiplatform. Pada titik ini, eksklusifitas game akan menjadi turun.
Lantas, bagaimana bila perusahaan-perusahaan seperti Sega, Bandai, 3DO, Atari, serta SNK tetap memroduksi konsol hingga generasi ke tujuh? Pastinya, game-game produksi perusahaan mereka akan mempunyai kecenderungan kuat untuk menjadi eksklusif pada konsol tersebut saja. Apabila itu sampai terjadi, selain persaingan antar produsen konsol semakin ketat, gamer pun akan kebingungan ketika ingin memainkan game-game yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Katakanlah, bila ingin main King of Fighter XII, mau tak mau gamer harus memainkan (atau membeli) di konsol produksi SNK. Hal sama juga terjadi apabila gamer ingin memainkan game-game dari tv anime yang banyak dibuat oleh Bandai. Pada poin ini, eksklusifitas game akan menjadi semakin menggila.
Eksklusifitas membawa dampak berbeda bagi produsen dan konsumen game. Bagi produsen, semakin banyak produk eksklusif, perusahaan tersebut akan semakin mempunyai ciri khas tersendiri. Namun bagi konsumen, terutama yang menyukai banyak game dari konsol-konsol berbeda, harus menyiapkan uang lebih untuk menikmati game-game tersebut.
Gimana ya kalau seandainya produsen konsol-konsol lama seperti Bandai, Panasonic, serta Sega tetap bertahan pada industri konsolnya?
Salah satu hal yang aku pikirkan (baru aja kepikiran) adalah, kita semakin susah memainkan video-video game yang notabene diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Banyak game akan menjadi eksklusif untuk konsol-konsol "rumah" mereka.
Ya, kata eksklusivitas memang sangat menjengkelkan, apapun dan dimanapun itu tempatnya. Dalam video game, eksklusif berarti ya hanya bisa dimainkan di konsol-konsol tertentu. Kalau sekarang, contoh-contoh game eksklusif antara lain Gran Turismo, God of War, Ratchet and Clank, Uncharted, serta Resistance yang notabene semua game tersebut dibuat oleh anak perusahaan Sony Computer. Nintendo juga mempunyai game-game eksklusif seperti Mario Bros, Kirby, Metroid, Zelda, serta Pokemon yang ketenarannya sudah diakui di berbagai negara. Adanya game-game eksklusif tersebut juga membuat karakter-karakter game menjadi ikon dari konsol tersebut. Sonic selalu erat dengan Sega, begitu pula Mario dan Zelda yang menjadi ikon Nintendo.
Mario sampai saat ini memang masih eksklusif untuk Nintendo. Sonic pun demikian, namun itu terjadi di masa Sega masih memroduksi konsol. Ketika Sega memutuskan untuk mengentikan produksi konsol dan beralih ke pengembang game, Sonic pun "berlari" ke konsol-konsol lain seperti Xbox, PS2, dan Game Boy Advance. Hal sama juga terjadi pada ikon-ikon Sega lain seperti Virtua Fighter, Virtua Cop, Sega Rally, serta Crazy Taxi yang menjajah konsol lain semenjak kepergian Sega dari industri konsol. Sega tentu tak ingin nasib game-game tersebut sama seperti konsol rumah mereka dahulu.
Sekarang, mari kita berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan. Apa yang terjadi seandainya, katakanlah, ada satu dari 3 konsol utama yang bersaing di pasaran mengumumkan pengunduran dirinya? Tentu kemungkinan terbesarnya adalah "transmigrasi bedol desa" berbagai game-game yang terkenal. Tujuannya sama seperti Sega, supaya eksistensi game-game tersebut tidak punah. Kalau perlu, game-game tersebut tak akan diproduksi untuk satu konsol saja alias menjadi multiplatform. Pada titik ini, eksklusifitas game akan menjadi turun.
Lantas, bagaimana bila perusahaan-perusahaan seperti Sega, Bandai, 3DO, Atari, serta SNK tetap memroduksi konsol hingga generasi ke tujuh? Pastinya, game-game produksi perusahaan mereka akan mempunyai kecenderungan kuat untuk menjadi eksklusif pada konsol tersebut saja. Apabila itu sampai terjadi, selain persaingan antar produsen konsol semakin ketat, gamer pun akan kebingungan ketika ingin memainkan game-game yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Katakanlah, bila ingin main King of Fighter XII, mau tak mau gamer harus memainkan (atau membeli) di konsol produksi SNK. Hal sama juga terjadi apabila gamer ingin memainkan game-game dari tv anime yang banyak dibuat oleh Bandai. Pada poin ini, eksklusifitas game akan menjadi semakin menggila.
Eksklusifitas membawa dampak berbeda bagi produsen dan konsumen game. Bagi produsen, semakin banyak produk eksklusif, perusahaan tersebut akan semakin mempunyai ciri khas tersendiri. Namun bagi konsumen, terutama yang menyukai banyak game dari konsol-konsol berbeda, harus menyiapkan uang lebih untuk menikmati game-game tersebut.
Sabtu, 21 Mei 2011
Mendikte Tuhan?
Duh gusti...semoga tahun depan saya bisa dapet beasiswa ke Jepang di Universitas Tokyo!
Doa tersebut mungkin merupakan salah satu doa yang kita panjatkan ke Tuhan. Intinya hampir sama; kita sangat menginginkan sesuatu hal yang spesifik. Bahkan, detailnya pun kadang kita sampaikan juga ketika berdoa. Jadi lengkap deh, apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, serta bagaimanannya (Wait...ini doa apa berita?):I
Pernahkah kita merenung? Apa yang sangaaaat kita inginkan sering bukan merupakan yang terbaik versi Tuhan? Sedangkan kita semua tahu kalau versi Tuhan itu merupakan versi yang terbaik bagi kita? Boleh saja kita berusaha maksimal meraih apa yang kita inginkan. Namun, apabila Tuhan sudah mempunyai jalan (yang pasti lebih baik), tentu kita tidak akan pernah meraih apa yang kita inginkan tersebut. Kecewa? Inilah perasaan pertama ketika kita tidak bisa meraih apa yang kita inginkan. Berburuk sangka kepada banyak pihak, termasuk Tuhan? Wah hal ini sudah parah!
Dalam melihat sesuatu, kita memang harus membiasakannya menggunakan hati, bukan kedua bola mata dan pikiran. Apa yang ada di depan kita kebanyakan selalu menipu. Sering kita menilai bahwa tempat kita berada sekarang (entah kampus x atau kantor perusahaan AD) bukan tempat kita seharusnya berada. Ada dua hal yang bisa kita telaah. Pertama, itu merupakan sebuah jalan lain menuju kesuksesan kita setelah berusaha semaksimal mungkin akan sesuatu hal (pengin jadi artis lah, pengin jadi dokter lah..dan lain-lain). Atau barang kali, hal itu adalah sebuah peringatan bagi kita untuk berusaha lebih keras lagi, karena mungkin dahulu kita kurang bersemangat dalam menghadapi hidup.
Ada sebuah pengalaman menarik dari penulis ketika hendak masuk ke universitas. Penulis sangat ingin masuk ke UNS Komunikasi dengan PMDK. Ya, itung-itung supaya deket dari rumah, plus ada prestis tersendiri (bisa masuk PMDK, wah bangga dong! :v)
Tapi, penulis gagal masuk PMDK UNS, karena jatah untuk Jurusan Komunikasi hampir tidak ada lagi. Selang beberapa hari, penulis mendapatkan kabar bahwa dirinya diterima di Komunikasi UGM. Jujur, pada awalnya penulis takut dan istilahnya, aras-arasen. Ngapain sih kuliah jauh-jauh? Di Solo aja lebih ekonomis! Lagi-lagi pertimbangan ekonomis yang jadi alasannya. Namun orangtua sudah rela penulis pergi ke Jogja menuntut ilmu. Ya sudah, semoga saja ada banyak hal yang bisa dipelajari di kota ini. Ternyata skenario Tuhan terhadap hidup hambanya itu sungguh manis, lebih manis daripada makhluk manapun di dunia ini. Banyak hal bisa penulis pelajari di kota Gudeg ini, tidak hanya terbatas pada bidang kajian Komunikasi saja. Kalau boleh me-list, beberapa diantaranya adalah kebudayaan Jepang, hubungan manusia, psikologi diri, serta cinta. Bayangkan, kalau dulu masih tetap ngotot kuliah di Solo, mungkin penulis akan menjadi orang yang lebih kolot lagi karena mata hati tidak terbuka lebih lebar.
Inti dari tulisan ini sebenarnya cuma satu; jangan pernah mengharap sesuatu yang sangat kau inginkan. Apabila tidak bisa mendapatkan, tentu rasa sakit hati gak akan ketulungan. Prinsip hidup mengalir serta ikhlas jauh lebih nyaman bagi kehidupan manusia. Dengan prinsip ini, apabila kita mendapatkan sesuatu yang sangat tidak diduga-duga (hal yang diinginkan),kita akan lebih mudah bersyukur. Ingat! Mengalir bukan berarti pasrah! Kita juga harus tetap berusaha meraih apa yang kita inginkan. Tuhan pasti punya cara tersendiri untuk mengabulkan keinginan hamba-Nya. Seperti kata pepatah, Man Propose, God Dispose.
(Terima kasih buat pak Sabda, serta teman-teman PSTV. Sebenernya saya hampir ga ikut survey lho kemarin. Tapi kalau ga ikut, ya tulisan ini ga akan lahir :v....Ah, betapa kerennya sang Pencipta hidup ini. Ada-ada saja skenario hidup yang pada akhirnya selalu bikin tertawa, meski kadang harus dilalui dengan cara-cara menyakitkan dahulu)
SEMOGA SAYA GA KUMAT LAGI....
Doa tersebut mungkin merupakan salah satu doa yang kita panjatkan ke Tuhan. Intinya hampir sama; kita sangat menginginkan sesuatu hal yang spesifik. Bahkan, detailnya pun kadang kita sampaikan juga ketika berdoa. Jadi lengkap deh, apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, serta bagaimanannya (Wait...ini doa apa berita?):I
Pernahkah kita merenung? Apa yang sangaaaat kita inginkan sering bukan merupakan yang terbaik versi Tuhan? Sedangkan kita semua tahu kalau versi Tuhan itu merupakan versi yang terbaik bagi kita? Boleh saja kita berusaha maksimal meraih apa yang kita inginkan. Namun, apabila Tuhan sudah mempunyai jalan (yang pasti lebih baik), tentu kita tidak akan pernah meraih apa yang kita inginkan tersebut. Kecewa? Inilah perasaan pertama ketika kita tidak bisa meraih apa yang kita inginkan. Berburuk sangka kepada banyak pihak, termasuk Tuhan? Wah hal ini sudah parah!
Dalam melihat sesuatu, kita memang harus membiasakannya menggunakan hati, bukan kedua bola mata dan pikiran. Apa yang ada di depan kita kebanyakan selalu menipu. Sering kita menilai bahwa tempat kita berada sekarang (entah kampus x atau kantor perusahaan AD) bukan tempat kita seharusnya berada. Ada dua hal yang bisa kita telaah. Pertama, itu merupakan sebuah jalan lain menuju kesuksesan kita setelah berusaha semaksimal mungkin akan sesuatu hal (pengin jadi artis lah, pengin jadi dokter lah..dan lain-lain). Atau barang kali, hal itu adalah sebuah peringatan bagi kita untuk berusaha lebih keras lagi, karena mungkin dahulu kita kurang bersemangat dalam menghadapi hidup.
Ada sebuah pengalaman menarik dari penulis ketika hendak masuk ke universitas. Penulis sangat ingin masuk ke UNS Komunikasi dengan PMDK. Ya, itung-itung supaya deket dari rumah, plus ada prestis tersendiri (bisa masuk PMDK, wah bangga dong! :v)
Tapi, penulis gagal masuk PMDK UNS, karena jatah untuk Jurusan Komunikasi hampir tidak ada lagi. Selang beberapa hari, penulis mendapatkan kabar bahwa dirinya diterima di Komunikasi UGM. Jujur, pada awalnya penulis takut dan istilahnya, aras-arasen. Ngapain sih kuliah jauh-jauh? Di Solo aja lebih ekonomis! Lagi-lagi pertimbangan ekonomis yang jadi alasannya. Namun orangtua sudah rela penulis pergi ke Jogja menuntut ilmu. Ya sudah, semoga saja ada banyak hal yang bisa dipelajari di kota ini. Ternyata skenario Tuhan terhadap hidup hambanya itu sungguh manis, lebih manis daripada makhluk manapun di dunia ini. Banyak hal bisa penulis pelajari di kota Gudeg ini, tidak hanya terbatas pada bidang kajian Komunikasi saja. Kalau boleh me-list, beberapa diantaranya adalah kebudayaan Jepang, hubungan manusia, psikologi diri, serta cinta. Bayangkan, kalau dulu masih tetap ngotot kuliah di Solo, mungkin penulis akan menjadi orang yang lebih kolot lagi karena mata hati tidak terbuka lebih lebar.
Inti dari tulisan ini sebenarnya cuma satu; jangan pernah mengharap sesuatu yang sangat kau inginkan. Apabila tidak bisa mendapatkan, tentu rasa sakit hati gak akan ketulungan. Prinsip hidup mengalir serta ikhlas jauh lebih nyaman bagi kehidupan manusia. Dengan prinsip ini, apabila kita mendapatkan sesuatu yang sangat tidak diduga-duga (hal yang diinginkan),kita akan lebih mudah bersyukur. Ingat! Mengalir bukan berarti pasrah! Kita juga harus tetap berusaha meraih apa yang kita inginkan. Tuhan pasti punya cara tersendiri untuk mengabulkan keinginan hamba-Nya. Seperti kata pepatah, Man Propose, God Dispose.
(Terima kasih buat pak Sabda, serta teman-teman PSTV. Sebenernya saya hampir ga ikut survey lho kemarin. Tapi kalau ga ikut, ya tulisan ini ga akan lahir :v....Ah, betapa kerennya sang Pencipta hidup ini. Ada-ada saja skenario hidup yang pada akhirnya selalu bikin tertawa, meski kadang harus dilalui dengan cara-cara menyakitkan dahulu)
SEMOGA SAYA GA KUMAT LAGI....
Selasa, 17 Mei 2011
Menulis Pendek
Belakangan ini blog saya berisi tulisan-tulisan singkat mengenai banyak hal random. Saya sendiri juga heran, apa kemampuan menulis saya sudah menurun? Kok banyak sekali fakta tidak dicantumkan dalam blog saya? Kurang ide??
Sebenarnya tidak juga sih....Saya belakangan ini berupaya supaya pemikiran-pemikiran singkat; namun mematikan milik saya kabur menguap begitu saja. Apabila saya tertarik untuk membahas lebih lanjut, saya bisa manfaatkan tulisan2 pendek saya untuk dikembangkan lebih lanjut. Ya...dengan kata lain, bisa jadi pengingat tingkat dasar lah...hehe
Ja...motto shigoto ga arun dakara, kono shakubun wa, koko made owarimasu...Mata hoka no shakubun e! Sorja!
Sebenarnya tidak juga sih....Saya belakangan ini berupaya supaya pemikiran-pemikiran singkat; namun mematikan milik saya kabur menguap begitu saja. Apabila saya tertarik untuk membahas lebih lanjut, saya bisa manfaatkan tulisan2 pendek saya untuk dikembangkan lebih lanjut. Ya...dengan kata lain, bisa jadi pengingat tingkat dasar lah...hehe
Ja...motto shigoto ga arun dakara, kono shakubun wa, koko made owarimasu...Mata hoka no shakubun e! Sorja!
Minggu, 08 Mei 2011
Tren? Ikut Ga Ya?
Pagi ini saya jalan-jalan menyusuri wilayah Bunderan UGM. Ada satu hal yang membuat saya mengernyitkan dahi. Hampir semua orang yang berolahraga sepeda mengendarai satu tipe yang sama; fixie. Haduh duh...padahal harga sepeda itu kalau saya tidak salah dengar hampir satu juta rupiah per unitnya. Sudah gak ada remnya, gak ada gear tambahannya...Then, apa yang membuat sepeda ini beda secara fungsi dari sepeda gunung yang tak mempunyai gigi?
Ya...satu kata. TREN! Kalau sudah bicara ini, kita hanya bisa geleng-geleng
0_o
Ya...satu kata. TREN! Kalau sudah bicara ini, kita hanya bisa geleng-geleng
0_o
Minggu, 24 April 2011
Sam's First Impression
Sam Gideon..
I'm impressed with this badass Vanquish main chara. Gaya bicaranya dan nadanyua memang terkesan copas sama Solid Snake. Tapi, tetep aja dia punya keunikan. Kalau Snake terkenal karena stealth action nya, Sam (bisa) terkenal karena actionnya yang luar biasa cepat; bahkan bisa sangat cepat sehingga musuh-musuh gak bisa mengikuti gerakannya.
Overall game Vanquish ini keren. Respon karakter utama sangat cepat, tapi musuh juga gak kalah cepat. Jadi, kalau mau selamat ya hati2 aja melawan musuh robot tersebut. Review? Later ah...masih ada tugas lain...hehe
(Dengan ini saya juga nyatakan...background saya GANTI LAGI! HEHE)
I'm impressed with this badass Vanquish main chara. Gaya bicaranya dan nadanyua memang terkesan copas sama Solid Snake. Tapi, tetep aja dia punya keunikan. Kalau Snake terkenal karena stealth action nya, Sam (bisa) terkenal karena actionnya yang luar biasa cepat; bahkan bisa sangat cepat sehingga musuh-musuh gak bisa mengikuti gerakannya.
Overall game Vanquish ini keren. Respon karakter utama sangat cepat, tapi musuh juga gak kalah cepat. Jadi, kalau mau selamat ya hati2 aja melawan musuh robot tersebut. Review? Later ah...masih ada tugas lain...hehe
(Dengan ini saya juga nyatakan...background saya GANTI LAGI! HEHE)
Kamis, 24 Maret 2011
Renungan Gaje
Wah, kok aku gak suka ya ama si X? Dia tu sukanya cuma omong doang! Selain itu, omongannya aku juga gak suka!! Pokoknya gak ada enaknya deh deket-deket ama si X!
Pernahkah anda berimpresi demikian pada seseorang? Tentu ya, saya bisa jamin itu! Bagaimanapun juga, kesan orang di sekeliling anda terhadap anda pasti berbeda-beda, sedominan apapun sifat yang ia miliki. Hal itu sepertinya sudah menjadi hukum sosial, dimanapun kaki ini berpijak.
Saya pernah mengamati, dua orang teman saya dengan inisial AS dan MBF. Hubungan saya dengan kedua teman ini bisa dibilang cukup erat; kami sering menghabiskan waktu bersama, pergi bermain di suatu tempat bersama, dan sebagainya. Namun sayangnya, hubungan dua orang ini sepertinya tidak berjalan begitu mulus. Pernah suatu ketika kedua orang tersebut datang di rumah saya untuk mengerjakan tugas. Dan......kesunyian pun mulai merasuki ruang tamu. Mereka berdua saling berpaling muka, entah apa sebabnya. Saya tentu heran, kok bisa sih? Padahal saya dan AS serta saya dan MBF mempunyai hubungan pertemanan yang baik-baik saja! Setelah saya pikir-pikir lagi, sejak saat itu saya mulai sadar. Intinya, meski katakanlah ada beberapa orang yang "nyambung" sama kita, belum tentu diantara mereka bisa saling "nyambung", atau dengan kata lain memiliki kecocokan.
Hal yang sama pun juga terjadi pada diri saya dan orang-orang di sekitar lingkungan pergaulan saya. Seorang teman kelas masa SMA yang berinisial MYA dikenal sebagai orang yang periang, suka bercanda dengan teman-temannya; yah bisa dibilang level bercandannya sudah tingkat tinggi. Tapi....sungguh disayangkan. Ketika berkomunikasi dengan saya, dia cenderung menjadi jaim. Halooo?? What's up with him? Saya yakin, sebenarnya dia tidak sedang bermusuhan dengan saya. Tapi, entah mengapa selalu ada yang mengganjal komunikasi antara kami berdua.
Salah seorang teman kos pun berlaku demikian. Er...no!..ada beberapa sih sebenarnya. Mereka entah mengapa agak menjaga jarak dengan saya, padahal saya sudah berusaha bersikap "friendly" dengan mereka. Mereka bukanlah orang yang pendiam; hal ini terlihat dari gaya bicara mereka ketika berkomunikasi dengan teman lain; teriak-teriak gak jelas, bahkan mengeluarkan kata-kata "mutiara". Sungguh cair lah pokoknya. Ada yang aneh dengan sikap friendly saya =.=a. Oh ya, salah seorang sepupu saya juga berperilaku demikian. Kalau lagi berdua sama saya, dia tu kok bener-bener kaku. Padahal, dia gak begitu kaku kalau omongan dengan saudara-saudara yang lainnya. Tapi pada dasarnya dia pendiem gitu sih, terutama sama orang asing. (Berarti saya orang asing dong??? hiks)
Kadang saya berpikir, anehkah diri saya sehingga ada beberapa orang yang berperilaku "berbeda" ketika sedang berkomunikasi dengan saya? Kalau boleh lanjut curcolnya, poin ini menjadi poin utama penghancur rasa percaya diri saya. Namun, sekali lagi saya mencoba sadar bahwa saya bukanlah satu-satunya orang yang demikian. Orang lain pun pasti juga mengalami hal seperti saya, terlihat dari contoh kedua teman dekat saya. Seperti sebuah kalimat bijak "Nothing is certain in this world", tak ada yang bisa menduga macam hubungan apa yang anda akan alami dengan seseorang. Bisa saja, teman anda menjadi sangat periang di depan anda, namun menjadi jaim di depan teman anda yang lain, begitu pula orang lain akan sedikit menjaga jarak dengan anda bila dibandingkan dengan teman-teman anda. So, apa yang harus kita lakukan? Kalau saya, tak perlu risaukan sebenarnya, selama tidak ada permusuhan diantara kita.
SO..INTINYA...Tidak selamanya orang jahat dianggap jahat oleh orang lain. (contoh: tidak semua orang menganggap SBY kebo :p) Begitu pula seorang mahasiswa yang cemerlang tidak menjamin lantas dirinya diterima oleh semua orang. Saya pribadi yakin, dari ratusan orang yang telah saya kenal seumur hidup, pasti ada yang menganggap saya orang gak bener, gak becus, dsb dsb dsb......
LET'S FACE THE REALITY!!
Curcol gaje. Kamis, 24 Maret 2011. 19.13
Pernahkah anda berimpresi demikian pada seseorang? Tentu ya, saya bisa jamin itu! Bagaimanapun juga, kesan orang di sekeliling anda terhadap anda pasti berbeda-beda, sedominan apapun sifat yang ia miliki. Hal itu sepertinya sudah menjadi hukum sosial, dimanapun kaki ini berpijak.
Saya pernah mengamati, dua orang teman saya dengan inisial AS dan MBF. Hubungan saya dengan kedua teman ini bisa dibilang cukup erat; kami sering menghabiskan waktu bersama, pergi bermain di suatu tempat bersama, dan sebagainya. Namun sayangnya, hubungan dua orang ini sepertinya tidak berjalan begitu mulus. Pernah suatu ketika kedua orang tersebut datang di rumah saya untuk mengerjakan tugas. Dan......kesunyian pun mulai merasuki ruang tamu. Mereka berdua saling berpaling muka, entah apa sebabnya. Saya tentu heran, kok bisa sih? Padahal saya dan AS serta saya dan MBF mempunyai hubungan pertemanan yang baik-baik saja! Setelah saya pikir-pikir lagi, sejak saat itu saya mulai sadar. Intinya, meski katakanlah ada beberapa orang yang "nyambung" sama kita, belum tentu diantara mereka bisa saling "nyambung", atau dengan kata lain memiliki kecocokan.
Hal yang sama pun juga terjadi pada diri saya dan orang-orang di sekitar lingkungan pergaulan saya. Seorang teman kelas masa SMA yang berinisial MYA dikenal sebagai orang yang periang, suka bercanda dengan teman-temannya; yah bisa dibilang level bercandannya sudah tingkat tinggi. Tapi....sungguh disayangkan. Ketika berkomunikasi dengan saya, dia cenderung menjadi jaim. Halooo?? What's up with him? Saya yakin, sebenarnya dia tidak sedang bermusuhan dengan saya. Tapi, entah mengapa selalu ada yang mengganjal komunikasi antara kami berdua.
Salah seorang teman kos pun berlaku demikian. Er...no!..ada beberapa sih sebenarnya. Mereka entah mengapa agak menjaga jarak dengan saya, padahal saya sudah berusaha bersikap "friendly" dengan mereka. Mereka bukanlah orang yang pendiam; hal ini terlihat dari gaya bicara mereka ketika berkomunikasi dengan teman lain; teriak-teriak gak jelas, bahkan mengeluarkan kata-kata "mutiara". Sungguh cair lah pokoknya. Ada yang aneh dengan sikap friendly saya =.=a. Oh ya, salah seorang sepupu saya juga berperilaku demikian. Kalau lagi berdua sama saya, dia tu kok bener-bener kaku. Padahal, dia gak begitu kaku kalau omongan dengan saudara-saudara yang lainnya. Tapi pada dasarnya dia pendiem gitu sih, terutama sama orang asing. (Berarti saya orang asing dong??? hiks)
Kadang saya berpikir, anehkah diri saya sehingga ada beberapa orang yang berperilaku "berbeda" ketika sedang berkomunikasi dengan saya? Kalau boleh lanjut curcolnya, poin ini menjadi poin utama penghancur rasa percaya diri saya. Namun, sekali lagi saya mencoba sadar bahwa saya bukanlah satu-satunya orang yang demikian. Orang lain pun pasti juga mengalami hal seperti saya, terlihat dari contoh kedua teman dekat saya. Seperti sebuah kalimat bijak "Nothing is certain in this world", tak ada yang bisa menduga macam hubungan apa yang anda akan alami dengan seseorang. Bisa saja, teman anda menjadi sangat periang di depan anda, namun menjadi jaim di depan teman anda yang lain, begitu pula orang lain akan sedikit menjaga jarak dengan anda bila dibandingkan dengan teman-teman anda. So, apa yang harus kita lakukan? Kalau saya, tak perlu risaukan sebenarnya, selama tidak ada permusuhan diantara kita.
SO..INTINYA...Tidak selamanya orang jahat dianggap jahat oleh orang lain. (contoh: tidak semua orang menganggap SBY kebo :p) Begitu pula seorang mahasiswa yang cemerlang tidak menjamin lantas dirinya diterima oleh semua orang. Saya pribadi yakin, dari ratusan orang yang telah saya kenal seumur hidup, pasti ada yang menganggap saya orang gak bener, gak becus, dsb dsb dsb......
LET'S FACE THE REALITY!!
Curcol gaje. Kamis, 24 Maret 2011. 19.13
Jumat, 18 Maret 2011
FINALLY!!!
Kosan again!!!
Never thought these 10 days were so GREAT in general..But still, masih harus ngerjain tugas tentang tulisan-tulisan. Ok, list yang mau kubuat:
Singapura=Tak sebersih orang kira
Malaysia=Simbol-simbol unik tentang usaha pelestarian lingkungan
Thailand=Bangkok, kota tanpa tempat sampah?
Vietnam=Taman kota daerah Ho Chi Minh
Cadangan tulisan:
Lalulintas Vietnam
Ok...main objectives set.
Never thought these 10 days were so GREAT in general..But still, masih harus ngerjain tugas tentang tulisan-tulisan. Ok, list yang mau kubuat:
Singapura=Tak sebersih orang kira
Malaysia=Simbol-simbol unik tentang usaha pelestarian lingkungan
Thailand=Bangkok, kota tanpa tempat sampah?
Vietnam=Taman kota daerah Ho Chi Minh
Cadangan tulisan:
Lalulintas Vietnam
Ok...main objectives set.
Minggu, 13 Maret 2011
From Photos?
Desperate!!
he
Itu yang aku alami di negeri ini. Gimana gak? Niat pengin cari tahu tentang kehidupan seseorang, ee..beliaunya gak bisa bahasa Internasional. Not only that! Di bus, di rumah makan, di mana aja deh...I always find difficulty to understand the words. Mau gak mau nih...hasil reportase hanya bisa berupa observasi.
Seandainya skill bahasa Jepang ku bisa ku convert ke tagalog..hrrrrrrrrrrrrrrrr
he
Itu yang aku alami di negeri ini. Gimana gak? Niat pengin cari tahu tentang kehidupan seseorang, ee..beliaunya gak bisa bahasa Internasional. Not only that! Di bus, di rumah makan, di mana aja deh...I always find difficulty to understand the words. Mau gak mau nih...hasil reportase hanya bisa berupa observasi.
Seandainya skill bahasa Jepang ku bisa ku convert ke tagalog..hrrrrrrrrrrrrrrrr
No garbage?
Itulah fakta yang aku temui di sekitar China Town, JJ Market, serta beberapa sudut jalan lain di Kota Bangkok. Jorok dong? Nyatanya tidak! Sampah secara teratur ditata di suatu sudut jalan, setelah itu seseorang (mirip pemulung) segera mengambil dan membawanya ke tempat lain. Dalam beberapa saat, cling! Tempat tersebut kembali nyaman.
I do wanna investigate it deeper......
see ya at khaosan road
I do wanna investigate it deeper......
see ya at khaosan road
Selasa, 08 Maret 2011
WAAAAA...
Hari kedua di Singapura...
sugeeeeeeeeeee...Kemarin sempet liat jalan yang dilalui mobil-mobil F1....:mupeng:
Ternyata, Singapura gak sebersih yang orang-orang bilang lho..
bukti??
SOON..................
sugeeeeeeeeeee...Kemarin sempet liat jalan yang dilalui mobil-mobil F1....:mupeng:
Ternyata, Singapura gak sebersih yang orang-orang bilang lho..
bukti??
SOON..................
Rabu, 23 Februari 2011
Another Crossover's Plan
Gak terasa....
Cerita crossover MGS dan Spyfiction hampir selesai....Tinggal menentukan
siapa-lagi ngapain-sama siapa-dengan cara gimana-mengakibatkan apa.
But still...masih bingung neh.....
Sa....Aku pengin lanjut ke cerita crossover lainnya..
Beberapa pertimbangan udah aku pikir2, seperti Rahxephon X Evangelion, GARO X Karas, de ll...
Tapi...belakangan ini aku lagi getol ngikuti dorama (YA..DORAMA! Bukan anime :3)
Dorama Bloody Monday entah ngapa punya jalan cerita yang cukup mirip dengan sinetron Elang yang dahulu tayang di ANTV tiap Jumat malam.
Buat yang udah liat keduanya, kan kita tahu kalau penjahat utamanya masih berkeliaran di luar sana (emang beneran ada????) Nah, with these circumstances, aku pengin coba ngegabungin kedua serial drama tersebut.
Kira-kira jadi kek gimana ya????????
Tunggu saja...:D
Cerita crossover MGS dan Spyfiction hampir selesai....Tinggal menentukan
siapa-lagi ngapain-sama siapa-dengan cara gimana-mengakibatkan apa.
But still...masih bingung neh.....
Sa....Aku pengin lanjut ke cerita crossover lainnya..
Beberapa pertimbangan udah aku pikir2, seperti Rahxephon X Evangelion, GARO X Karas, de ll...
Tapi...belakangan ini aku lagi getol ngikuti dorama (YA..DORAMA! Bukan anime :3)
Dorama Bloody Monday entah ngapa punya jalan cerita yang cukup mirip dengan sinetron Elang yang dahulu tayang di ANTV tiap Jumat malam.
Buat yang udah liat keduanya, kan kita tahu kalau penjahat utamanya masih berkeliaran di luar sana (emang beneran ada????) Nah, with these circumstances, aku pengin coba ngegabungin kedua serial drama tersebut.
Kira-kira jadi kek gimana ya????????
Tunggu saja...:D
Minggu, 06 Februari 2011
Apple's Hanheld: Penghancur PSP dan NDS?
Kamu-kamu sekalian pasti udah gak asing dengan demam produk Apple, terutama I-Phone I-Pad, dan MacBook. Hampir semua bidang pekerjaan kini tengah gencar-gencarnya mengganti piranti-piranti mereka dengan berbagai produk Apple. Kamu yang doyan liat berita, talkshow, bahkan ceramah agama, coba perhatikan piranti yang mereka pegang. OMG! Apple again! Ya...bisa dibilang Apple melakukan sebuah revolusi besar-besaran terhadap mindset masyarakat yang selama ini berkecenderungan piranti bagus pastilah yang berukuran besar. Tidak hanya dalam bidang pekerjaan saja, ternyata melalui I Phone, Apple cukup mampu menyaingi Sony dan Nintendo dalam hal persaingan game konsol hanheld. Padahal, I phone bukanlah piranti yang dikhususkan untuk konsol hanheld. Heran? Tapi inilah faktanya.
1. Beberapa game yang dibuat untuk next gen console, seperti Dead Rising, Dead Space, serta Battlefield juga ikut "ditranslasikan" untuk I phone. NDS? Beberapa game masih berbaik hati "singgah" seperti Call of Duty: Black Ops, 007: Bloodstone, bahkan upcoming game seperti Ghost Recon Future Soldier pun juga akan di-port ke konsol dua layar ini. PSP? sayangnya sangat minim. Padahal PSP mempunyai kemampuan yang bisa dibilang setara dengan I Phone.
2. Tidak seperti kebanyakan game Handphone maupun NDS yang mengalami penurunan kualitas grafis dan gameplay besar-besaran, game-game I phone tetap memiliki kualitas yang setara dengan yang ada di PS3, Xbox 360, maupun PC. Bahkan, gameplaynya memiliki keunikan tersendiri berkat adanya fitur touchscreen.
Namun sayang, game-game dari I Phone tersebut cenderung hanya ditujukan bagi mereka yang berada pada kondisi ekonomi menengah ke atas. Secara harga I phone masih belum terjangkau bagi banyak kalangan, saat ini PSP dan NDS masih bisa bernafas lega. Namun, bukan tidak mungkin suatu saat nanti I Phone akan menguasai pasar konsol hanheld gaming, layaknya Nokia dengan N-Gage nya dulu.
1. Beberapa game yang dibuat untuk next gen console, seperti Dead Rising, Dead Space, serta Battlefield juga ikut "ditranslasikan" untuk I phone. NDS? Beberapa game masih berbaik hati "singgah" seperti Call of Duty: Black Ops, 007: Bloodstone, bahkan upcoming game seperti Ghost Recon Future Soldier pun juga akan di-port ke konsol dua layar ini. PSP? sayangnya sangat minim. Padahal PSP mempunyai kemampuan yang bisa dibilang setara dengan I Phone.
2. Tidak seperti kebanyakan game Handphone maupun NDS yang mengalami penurunan kualitas grafis dan gameplay besar-besaran, game-game I phone tetap memiliki kualitas yang setara dengan yang ada di PS3, Xbox 360, maupun PC. Bahkan, gameplaynya memiliki keunikan tersendiri berkat adanya fitur touchscreen.
Namun sayang, game-game dari I Phone tersebut cenderung hanya ditujukan bagi mereka yang berada pada kondisi ekonomi menengah ke atas. Secara harga I phone masih belum terjangkau bagi banyak kalangan, saat ini PSP dan NDS masih bisa bernafas lega. Namun, bukan tidak mungkin suatu saat nanti I Phone akan menguasai pasar konsol hanheld gaming, layaknya Nokia dengan N-Gage nya dulu.
Selasa, 01 Februari 2011
Front Mission: (D)evolved?
Sesuai dengan background gambar di blog, kali ini aku mau bahas sedikit mengenai game terbaru dari saga Front Mission, yaitu Front Mission: Evolved. Yah...walau sangat telat, tak apalah buat aku sedikit mengungkapkan (sedikit) kebagusan dan mungkin(banyak) keburukan dari game ini..hehehehhehe....

Cerita dari FME ini mengambil setting tahun 2171, jauh dari setting waktu Front Mission sebelumnya. Penduduk bumi sudah benar-benar maju dalam hal teknologi, sampai-sampai beberapa wilayah di bumi dibangun orbital elevator yang mengubungkan permukaan bumi dengan stasiun luar angkasa. Dylan Ramsey, seorang test pilot dari perusahaan Diable Avionic, tak akan menyangka bahwa hidupnya akan berubah 180 derajad ketika segerombolan pasukan tak dikenal menyerang kota New York dan menghancurkan gedung dimana ayahnya tengah berada didalamnya. Merasa aneh dengan konflik yang ada, dia memutuskan untuk bergabung dengan pasukan UCS dan berusaha menemukan keberadaan yang lain, termasuk keberadaan ayahnya.
Game ini adalah game reboot dari saga Front Mission. Jadi bagi kamu yang belum main Front Mission sejak awal, yang perlu kamu lakukan adalah cari tahu apa itu O.C.U, U.C.S, serta Huffman Island. Selebihnya, ya tinggal main aja. Kustomisasi mecha juga gak terlalu rumit. Semua part punya keterangan yang cukup detail. Bila dilihat dari segi gameplay, FME merupakan salah satu mecha yang gak bakal membuat kamu stress, walau musuhnya ndewa. Bala bantuan temen serta banyaknya item di sepanjang misi siap bantu kamu. Pretty straightforward.
Sayang, berbagai kemudahan gameplay itu gak ditunjang dengan cerita serta taktik perang yang menawan. Karena merupakan game reboot, FME kurang menghadirkan suasa nostalgic dengan game-game Front Mission sebelumnya. Padahal aku berharap banget adanya bekas-bekas konflik terdahulu, seperti Larcus Incident, bisa muncul lagi walau cuma sekedar cameo. And....Infantry's War? WTH??? It's just like Gears of Wars! hemh....
Intinya, jika kamu fans FM saga yang mengutamakan kualitas ceritanya, jangan pernah main game ini! Selain perubahan genre, alur cerita yang singkat bakal bikin kamu nangis. Tapi..kalau kamu fans berat action mecha, gak ada salahnya coba game ini.
Story: 5/10
Gameplay: 6/10
Overall: 5,5

Cerita dari FME ini mengambil setting tahun 2171, jauh dari setting waktu Front Mission sebelumnya. Penduduk bumi sudah benar-benar maju dalam hal teknologi, sampai-sampai beberapa wilayah di bumi dibangun orbital elevator yang mengubungkan permukaan bumi dengan stasiun luar angkasa. Dylan Ramsey, seorang test pilot dari perusahaan Diable Avionic, tak akan menyangka bahwa hidupnya akan berubah 180 derajad ketika segerombolan pasukan tak dikenal menyerang kota New York dan menghancurkan gedung dimana ayahnya tengah berada didalamnya. Merasa aneh dengan konflik yang ada, dia memutuskan untuk bergabung dengan pasukan UCS dan berusaha menemukan keberadaan yang lain, termasuk keberadaan ayahnya.
Game ini adalah game reboot dari saga Front Mission. Jadi bagi kamu yang belum main Front Mission sejak awal, yang perlu kamu lakukan adalah cari tahu apa itu O.C.U, U.C.S, serta Huffman Island. Selebihnya, ya tinggal main aja. Kustomisasi mecha juga gak terlalu rumit. Semua part punya keterangan yang cukup detail. Bila dilihat dari segi gameplay, FME merupakan salah satu mecha yang gak bakal membuat kamu stress, walau musuhnya ndewa. Bala bantuan temen serta banyaknya item di sepanjang misi siap bantu kamu. Pretty straightforward.
Sayang, berbagai kemudahan gameplay itu gak ditunjang dengan cerita serta taktik perang yang menawan. Karena merupakan game reboot, FME kurang menghadirkan suasa nostalgic dengan game-game Front Mission sebelumnya. Padahal aku berharap banget adanya bekas-bekas konflik terdahulu, seperti Larcus Incident, bisa muncul lagi walau cuma sekedar cameo. And....Infantry's War? WTH??? It's just like Gears of Wars! hemh....
Intinya, jika kamu fans FM saga yang mengutamakan kualitas ceritanya, jangan pernah main game ini! Selain perubahan genre, alur cerita yang singkat bakal bikin kamu nangis. Tapi..kalau kamu fans berat action mecha, gak ada salahnya coba game ini.
Story: 5/10
Gameplay: 6/10
Overall: 5,5
Jumat, 07 Januari 2011
Why?
Sore...
Singkat aja, dari pengalaman pahit sore ini dimana gagal ketemu sama pemimpin perusahaan, aku jadi sedikit bingung...apa sih arti waktu buat orang-orang. Banyak banget orang gak bisa menghargai usaha orang lain yang udah tepat waktu ketika berjanji. Then, akhirnya hal ini menular padaku. Baru saja, ada orang lain yang kecewa karena diriku yang gak bisa menepati waktu.
Hemh.....
....
....
This country is quite ridiculous, heh?
Satu sisi, ada segelintir orang yang berusaha menepati waktu dan janji. Tapi, hal itu tidak didukung dengan orang-orang kebanyakan yang cenderung seenaknya sendiri terhadap janji tersebut.
Which one should I side???
Singkat aja, dari pengalaman pahit sore ini dimana gagal ketemu sama pemimpin perusahaan, aku jadi sedikit bingung...apa sih arti waktu buat orang-orang. Banyak banget orang gak bisa menghargai usaha orang lain yang udah tepat waktu ketika berjanji. Then, akhirnya hal ini menular padaku. Baru saja, ada orang lain yang kecewa karena diriku yang gak bisa menepati waktu.
Hemh.....
....
....
This country is quite ridiculous, heh?
Satu sisi, ada segelintir orang yang berusaha menepati waktu dan janji. Tapi, hal itu tidak didukung dengan orang-orang kebanyakan yang cenderung seenaknya sendiri terhadap janji tersebut.
Which one should I side???
Rabu, 15 Desember 2010
Part VI: Frozen in the Trap

taken from gamespot.com
Termometer di ruangan tersebut menunjukkan angka 28 derajat Fahrenheit. Alaska memang salah satu tempat "neraka" bagi mereka yang tidak tahan dingin. Salah satu dari mereka ternyata adalah Sheila. Ia nampak menggigil kedinginan, terlihat dari giginya yang gemertak serta tangannya yang berusaha memeluk dirinya sendiri.
"Hey you OK Sheila?"
Billy mencemaskan rekannya. Saat yang sama, ia ingat telah membawa sebuah plug-in suit berbentuk jam tangan yang berfungsi sebagai pengalir panas ke tubuh. Tanpa ragu, ia serahkan alat itu ke Sheila. Segera setelah itu, Sheila merasa baikan dan siap melanjutkan misi mencari Snake.
Di sebuah lorong panjang, mereka menemui sosok yang tidak asing di mata mereka. Rambut putih, muka sayu, nampak sangat bijaksana. Spontan, mereka berteriak....
"NICKLAUS!!!!"
"Hey guy, where have you been? We are searching for you all time!" Billy nampak cemas, terlihat dari ekspresi muka dan cara bicaranya. Sheila menyampaikan kecemasan yang serupa dengan Billy.
"Hey hey..I'm okay, still in one piece!" Nicklaus meyakinkan dua orang tersebut. Dengan ekspresi tenang, ia menceritakan apa saja yang telah terjadi. Setelah itu, Nicklaus mengeluarkan sebuah kartu berwarna merah. Billy dan Sheila nampak asing dengan kartu tersebut.
"This is all we need! With this card, we can override the Metal Gear system and prevent it from moving."Nicklaus berusaha meyakinkan mereka.
Namun, Billy juga mengeluarkan sebuah kartu yang ia dapat dari Kenneth Baker. "How about this blue card Baker gave to me?" Nicklaus lantas menjelaskan bahwa kartu itu juga dibutuhkan untuk menghasilkan kode angka kombinasi untuk memasukkan virus ke sistem komputer Metal Gear. Virus tersebut akan menyerang sentral komputer yang menggerakkan Metal Gear.
Billy nampak yakin dengan penjelasan Nicklaus. Namun tidak bagi Sheila. Ia merasa bahwa orang yang sedang ia ajak bicara sekarang bukanlah Nicklaus. Ada yang aneh dengan cara bicara dan ekspresi muka; nampak tidak setenang Nicklaus yang biasanya......
"All right Guys! Let's go to Metal Gear Hangar! Follow me!"
Keduanya segera mengikuti ajakan Nicklaus. Ajakan yang segera membawa mereka ke dalam petaka....
Seorang tentara penjaga sel tahanan nampak resah. Dia terus saja mengeluhkan kondisi Alaska yang dingin, serta perutnya yang sakit sejak satu minggu yang lalu. Berkali-kali, ia pergi ke kamar mandi dekat sel tersebut. Satu saat, ketika ia selesai "buang hajat", ia menemukan tahanan yang sedang dijaganya nampak seperti berlumuran darah. Merasa resah, ia segera membuka sel pintu tersebut.
"Hei you OK?" Katanya kepada tahanan yang ternyata adalah Snake.
"Of....courssee....you idiot!" Dengan sekali tinju di perut dan kuncian di leher, penjaga tersebut pingsan. "Worthless scum, why did you still alive in this world?"
Snake berusaha mencari pakaian dan peralatannya yang tertinggal dekat ruang penyiksaan. Segera setelah itu, ia hubungi kolonel Campbell.
"Colonel!"
"Are you OK, Snake?"
"Yeah, everything is messy..But I think I can get through it..."
"Snake, I have lost contact with those three S.E.A Agents. Do you know where are they now?" Kolonel Campbell bertanya dengan nada cemas.
"Hmmmmmhh....One of them, Nicklaus is KIA."
"NNoo way...."
"Dietrich must pay for it!!"
"Calm yourself, Snake. Your object now is to find the rest of your partners..Don't let them be KIA!" Try to find them in Metal Gear hangar. They might be trying to spread the viruses.
"Yeah..roger that"
Snake mengakhiri pembicaraan. Perasaan kolonel ternyata juga dirasakan oleh Snake. Dia merasakan bahwa kedua temannya sekarang masuk dalam sebuah perangkap, perangkap yang diletakkan dalam suhu yang sangat dingin.......
"OK..I've set it! We just need to insert these cards!" Nicklaus menyuruh Billy
untuk memasukkan kedua kartu tersebut. Tanpa ragu lagi, ia segera memasukkan kedua kartu serta menekan beberapa tombol. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendobrak pintu.
"DON'T MOVE, YOU IMPOSTOR!!!!"
"Hei Snake, where have you been? Are you hurt? Let me take care of you..."Sheila berusaha menunjukkan sisi keibuannya. Namun, usaha tersebut sia-sia.
"No time for this Sheila! HE IS NOT NICKLAUS!!"
"What are you talking about? Have you been brainwashed?" Billy merasa keheranan dengan Snake. Namun, setelah itu Nicklaus menyekap Sheila dan menodongkan Walter P-9 ke kepalanya.
"EHHHHHEEMMHHHHHMEHHHHMMHHHHHAHAHAHAHHAHAHHHAHAHAHA!!! I'd like to say, thank you to all!! My acting so far, can be nomineed in Oscar Award! Ternyata, laki-laki bermata sayu tersebut bukanlah Nicklaus, melainkan salah satu anggota FOX-ENIGMA yang bernama Decoy Octopus. Sesuai namanya, dia ahli dalam melakukan berbagai penyamaran.
"WHERE IS NICKLAUS???" Billy lantas menodongkan pistolnya ke arah Decoy Octopus.
"KIA. By Dietrich. I saw by my own eyes when we were tortured by that germany bastard."
Semuanya serba sulit......Ternyata mereka berdua telah dijebak oleh salah satu anggota dari FOX-ENIGMA. Billy berusaha membalaskan dendam kematian rekannya tersebut. Namun...
"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR"
Ruangan tersebut bergetar. Tak lama setelah itu, mereka melihat dengan mata kepala sendiri, sosok monster yang selama ini mereka takutkan,
METAL GEAR REX:ACTIVATED
Senin, 13 Desember 2010
First Memory of My Interests
Setiap orang pasti mengalami sebuah permulaan, tak terkecuali permulaan menyukai suatu hal. Jujur, kalau inget awal-awal aku menyukai hobi-hobiku, jadi mesam-mesem ndiri..Beberapa hobi emang berasal dari pengaruh temen. Tapi ada hobi yang aku mulai suka tanpa ada pengaruh individu lain, murni dari media-media. Here they are...
Anime dan Jejepangan=Aku suka kartun sejak TK, baik Jepang maupun US. Tapi, aku mulai mendeclare diri menjadi J-Lover sejak SMA, berkat dua orang temanku, Putri dan Safira, serta ketiga senpai ku Amandita, Yully dan Yenny-san. SMP kelas dua adalah jenjang dimana aku mulai menyukai anime-anime yang waktu itu cukup sering tayang. Ketika masuk kelas 1 SMA, aku jadi tertarik sama musik-musik Jepang plus tokusatsu.. Sumpah, waktu itu adalah masa yang cukup norak bagi orang yang pertama kali suka akan hal yang ia anggap baru.
Game=Bermula ketika ayahku membelikan PS 1. Awalnya aku takut, adanya PS1 justru akan bikin aku males belajar. E TERNYATA, PS1 justru membuat nilai Bahasa Inggrisku gak jauh2 dari nilai 8, 9, dan 10..(:D). Dari PS1, aku coba main game2 PC, baik off maupun online. Namun, pada akhirnya aku tetap menyukai game-game konsol, bahkan sampai sekarang...Genre yang dulu biasa aku mainin antara lain Racing (F1 2001, GT 1 dan 2, Ridge Racer), serta action adventure.
Autosport=Inilah hobi yang murni berasal dari pengaruh media. Pada tahun 2001, aku sangat mengidolakan sosok Michael Schumacher. Bagaimana mungkin ada orang yang mampu tampil sempurna dalam setiap balapannnya? Baru pada tahun 2003, aku mulai aktif melihat siaran langsung F1 di TV. Sensasi nonton F1, menurutku waktu itu, bagaikan berkompetisi dengan orang lain dalam dunia yang sebenarnya. Ah, It was so undescribable....Lalu, aku mulai melirik balapan lain seperti Le-Mans Endurance series dan NASCAR yang waktu itu juga ditayangkan di TV 7 dan Indosiar (HUWAAAAAAAAAAAAAAA KANGEEEEEEEEENN...)
Ternyata, hobi-hobi ku ini membawaku menuju kepada sebuah kepribadian yang unik. Selain pengetahuan umumku selalu bertambah, dengan menyukai hobi-hobi tersebut membuatku menjadi orang yang tidak "biasa-biasa saja". Emang sih...kadang ada cercaan (istilah kasarnya rasa heran temen2ku :p) yang intinya bilang: demen banget sih kamu ama Jejepangan, balapan, or ngegame? Pertama kali denger kek gitu jujur agak gak suka juga...Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa ketiga hal tersebutlah yang membentuk seorang Wisnu Setioko. Siapa coba orang yang menyukai Autosport se freak diriku? Keknya gak ada...(paling gak di lingkungan sekitarku..)hohohohohohohoohoho.wav. Siapa pula yang bisa menyukai autosport dan anime secara bersamaan? Keknya juga cuma aku....AHAHAHAHHAHAHAHAH.flac
Anime dan Jejepangan=Aku suka kartun sejak TK, baik Jepang maupun US. Tapi, aku mulai mendeclare diri menjadi J-Lover sejak SMA, berkat dua orang temanku, Putri dan Safira, serta ketiga senpai ku Amandita, Yully dan Yenny-san. SMP kelas dua adalah jenjang dimana aku mulai menyukai anime-anime yang waktu itu cukup sering tayang. Ketika masuk kelas 1 SMA, aku jadi tertarik sama musik-musik Jepang plus tokusatsu.. Sumpah, waktu itu adalah masa yang cukup norak bagi orang yang pertama kali suka akan hal yang ia anggap baru.
Game=Bermula ketika ayahku membelikan PS 1. Awalnya aku takut, adanya PS1 justru akan bikin aku males belajar. E TERNYATA, PS1 justru membuat nilai Bahasa Inggrisku gak jauh2 dari nilai 8, 9, dan 10..(:D). Dari PS1, aku coba main game2 PC, baik off maupun online. Namun, pada akhirnya aku tetap menyukai game-game konsol, bahkan sampai sekarang...Genre yang dulu biasa aku mainin antara lain Racing (F1 2001, GT 1 dan 2, Ridge Racer), serta action adventure.
Autosport=Inilah hobi yang murni berasal dari pengaruh media. Pada tahun 2001, aku sangat mengidolakan sosok Michael Schumacher. Bagaimana mungkin ada orang yang mampu tampil sempurna dalam setiap balapannnya? Baru pada tahun 2003, aku mulai aktif melihat siaran langsung F1 di TV. Sensasi nonton F1, menurutku waktu itu, bagaikan berkompetisi dengan orang lain dalam dunia yang sebenarnya. Ah, It was so undescribable....Lalu, aku mulai melirik balapan lain seperti Le-Mans Endurance series dan NASCAR yang waktu itu juga ditayangkan di TV 7 dan Indosiar (HUWAAAAAAAAAAAAAAA KANGEEEEEEEEENN...)
Ternyata, hobi-hobi ku ini membawaku menuju kepada sebuah kepribadian yang unik. Selain pengetahuan umumku selalu bertambah, dengan menyukai hobi-hobi tersebut membuatku menjadi orang yang tidak "biasa-biasa saja". Emang sih...kadang ada cercaan (istilah kasarnya rasa heran temen2ku :p) yang intinya bilang: demen banget sih kamu ama Jejepangan, balapan, or ngegame? Pertama kali denger kek gitu jujur agak gak suka juga...Tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa ketiga hal tersebutlah yang membentuk seorang Wisnu Setioko. Siapa coba orang yang menyukai Autosport se freak diriku? Keknya gak ada...(paling gak di lingkungan sekitarku..)hohohohohohohoohoho.wav. Siapa pula yang bisa menyukai autosport dan anime secara bersamaan? Keknya juga cuma aku....AHAHAHAHHAHAHAHAH.flac
Labels:
Autosport dan Figurnya,
game,
J-Culture,
mind's opinion
Minggu, 14 November 2010
Front Mission NDS

Yoshaaaaaaaaaaaaa....
Di pagi buta ini, Tsugamu akhirnya balik lagi ke blog.....
Kali ini, aku mau ngasih review game lagi. Game yang akan kubahas adalah Front Mission NDS. Game yang merupakan remake dari versi Wonder Swan dan SNES jaman baheulak ini ternyata cukup seru untuk dimainkan, meskipun masih menggunakan sudut pandang kamera dari satu arah, yaitu diagonal. Sebelum ke bagian ulasan game, aku akan ngulas sinopsis dari game yang sudah ada terjemahan US nya ini.
Berbeda dari versi pertamanya, Front Mission NDS mempunyai dua alur cerita yang udah bisa kamu pilih sejak awal permainan. Intinya, kamu bebas menjadi grup protagonis (O.C.U), atau antagonis (U.S.N). Aku akan mulai dari skenario O.C.U. Adegan dari skenario ini dimulai ketika Royd dan pasukannya tiba di sebuah pabrik amunisi U.S.N untuk mengadakan suatu investigasi khusus. Sayangnya, tak lama kemudian pasukan U.S.N yang dipimpin oleh Driscoll datang. Tak hanya itu, mereka bahkan menghabisi nyawa Karen, tunangannya Royd. Karena peristiwa ini, Royd hampir kehilangan semangat hidup. Ia keluar dari militer dan menggantungkan hidup dari duel wanzer di sebuah arena (ini nantinya dapat kamu manfaatkan sebagai sarana menambah uang). Melihat hal ini, seseorang yang bernama Olson menawarkan Royd untuk bergabung dalam sebuah PMC (Private Military Company) untuk melawan pasukan U.S.N. Awalnya ia menolak ajakan ini. Namun, begitu mengetahaui bahwa Karen ternyata masih hidup, ia langsung tak ragu untuk masuk grup militer yang bernama Canyon Crow tersebut. Oh ya, kejadian U.S.N menyerang pasukan O.C.U tersebut juga disebut dengan "Larcus Incident". U.S.N sudah melanggar perjanjian damai sehingga meletuslah "Second Huffman War". Untuk alur U.S.N, ceritanya kurang lebih berpusat kepada Kevin Greenfield, salah satu prajurit U.S.N. Cerita dari skenario ini melengkapi berbagai misteri yang masih mengganjal pada skenario O.C.U.
Sistem perang dalam game ini cukup sederhana, mengingat ini adalah versi pertama dari semua game Front Mission yang ada. Kamera hanya terletak pada sudut pandang diagonal, tidak bisa diputar, dan tentu saja akan membuat kamu pusing. Scene battle antar wanzer pun setali tiga uang. Berbeda dengan game Front Mission yang lainnya, scene battle terasa statis, hanya pada satu sudut pandang. So, bagi kamu yang menginginkan aksi pertarungan keren, this game is (still) not an option. Satu hal lagi. Parts wanzer yang sudah terpasang tidak dapat diupgrade. Apabila kamu menginginkan wanzer yang lebih kuat, kamu harus beli part baru.
Tapiiii, bukan berarti game ini tidak bakal menguras pikiran kamu. Taktik dan strategi perang masih sama serunya, bahkan cenderung lebih menantang. Senjata-senjata tipe jarak pendek (misal shotgun dan rifle) hanya mampu digunakan bila jarak musuh dengan pemain persis satu kotak dan berhadap-hadapan (kiri, kanan, depan, atau belakang), beda dengan Front Mission 3 dan 4 dimana kamu masih bisa menembak shotgun dari jarak sampai 3 kotak. Hal ini akan menantang kamu supaya mengatur strategi tertentu. Alur cerita dalam game ini juga bagus, tidak kalah bagus dengan Front Mission yang lainnya.
Finally, I wanna give score:
Music: 7,5/10
Gameplay: 8/10
Story: 8/10
OVERALL: 7,8/10
RECOMMENDED!!!
Sabtu, 23 Oktober 2010
C.O.P: The Recruit
Ane mau Review C.O.P: The Recruit ni gan

Genre: Action, Sandbox
Baru kemarin ane main lagi. Menurut ane, game ini cukup layak untuk dimainkan, karena banyak sekali aksi2 yang gak kalah seru ama game sejenis di konsol2 lain. Oke..here we go!!
Game ini berpusat pada seorang agen kepolisian baru bernama Dan Miles. Dulu, dia adalah seorang pembalap jalanan yang menjadi buronan polisi. Suatu saat, Dan berhasil ditangkap oleh kepolisian New York. Namun, ia tidak dimasukkan dalam penjara, melainkan direkrut oleh kepolisian setempat untuk menjadi agen kepolisian melalui Criminal Overturn Program (C.O.P) Misinya adalah menangani berbagai macam kasus kejahatan, dari mulai penculikan anak hingga terorisme.
C.O.P: The Recruit menawarkan fitur2 NDS dengan cukup baik untuk dapat melalui sebuah misi. Kita dapat menggunakan touch screen untuk menelpon kode akses instansi tertentu, maupun membuka pintu di wilayah tertentu. Gameplay berjalan kurang lebih 20 jam dengan 60 misi. Karena bergenre Sandbox, sudah sepantasnya game ini memiliki lingkungan luas yang dapat dijelajahi. Adapun luas wilayah dalam game ini adalah 6 mil persegi
Namun sayangnya, ketika tiba pada mode shooting atau menembak, kontrol stylusnya kurang responsif menurut ane. Karena kurang terasa responsif, terkadang terjadi delay dalam menembak...
overall: 7/10

Genre: Action, Sandbox
Baru kemarin ane main lagi. Menurut ane, game ini cukup layak untuk dimainkan, karena banyak sekali aksi2 yang gak kalah seru ama game sejenis di konsol2 lain. Oke..here we go!!
Game ini berpusat pada seorang agen kepolisian baru bernama Dan Miles. Dulu, dia adalah seorang pembalap jalanan yang menjadi buronan polisi. Suatu saat, Dan berhasil ditangkap oleh kepolisian New York. Namun, ia tidak dimasukkan dalam penjara, melainkan direkrut oleh kepolisian setempat untuk menjadi agen kepolisian melalui Criminal Overturn Program (C.O.P) Misinya adalah menangani berbagai macam kasus kejahatan, dari mulai penculikan anak hingga terorisme.
C.O.P: The Recruit menawarkan fitur2 NDS dengan cukup baik untuk dapat melalui sebuah misi. Kita dapat menggunakan touch screen untuk menelpon kode akses instansi tertentu, maupun membuka pintu di wilayah tertentu. Gameplay berjalan kurang lebih 20 jam dengan 60 misi. Karena bergenre Sandbox, sudah sepantasnya game ini memiliki lingkungan luas yang dapat dijelajahi. Adapun luas wilayah dalam game ini adalah 6 mil persegi
Namun sayangnya, ketika tiba pada mode shooting atau menembak, kontrol stylusnya kurang responsif menurut ane. Karena kurang terasa responsif, terkadang terjadi delay dalam menembak...
overall: 7/10
Langganan:
Postingan (Atom)




