Selasa, 17 Desember 2013
Oranye dalam Secangkir Teh
Ku arahkan pandanganku ke jendela kaca. Menara-menara kehidupan perlahan berubah warna kuning ke oranye-oranyean. Pantulan warna itu terlihat epik. Jarang bisa kutemui pemandangan seperti ini, terutama saat air kehidupan senang menghampiri kita.
Kualihkan pandanganku ke bawah, batu hitam itu pun lama-lama berubah ronanya bagaikan tujuh warna di angkasa. Hanya saja, ada sedikit efek hitam keabu-abuan yang mengganggu rona tersebut. Dalam rona tersebut, bisa juga kudengar nada-nada sumbing yang mungkin bisa memecahkan gendang telinga ini.
Sial, apa yang aku kagumi di atas sungguh berbeda dengan yang terjadi di bawah. Apa yang salah dengan semua ini? Bukan! Bukan cahaya itu yang tengah ku cari. Bukan hanya cahaya yang terrefleksikan pada menara-menara kehidupan tersebut! Aku sedang mencari sebuah cahaya kehidupan yang sesungguhnya.
Jumat, 13 Desember 2013
Secangkir Kehidupan
Tak lama kemudian, dua cangkir yang berisi kopi tersebut tersaji tepat di hadapan mereka. Namun, ekspresi aneh ditunjukkan oleh sang pecinta kopi, Hafiz. Dia nampak mengernyitkan dahi, merasa keheranan dengan warna kopi yang sedikit lebih hitam daripada biasanya. Setelah sadar pesanannya tidak sesuai dengan yang ia inginkan, dia segera mencegah Budi untuk meminumnya, namun sayang....
"Anjrit pahit banget!" Budi menyemprotkan minumannya ke samping.
"Yah, mau bilang kalau ini bukan kopi susu".
"Ah, gimana sih mas Jamal?! Biasanya kan selalu bikin kopi susu, ini ada yang kurang ini gimana nih?!"
Hafiz pun berusaha menenangkan teman yang telah bersamanya sejak SMA tersebut. Namun nampaknya Budi masih kesal dan mengutuk mas Jamal. Seolah-olah, Budi tidak punya cara lain untuk memecahkan masalah selain menyesalkan sedikit kekeliruan yang dilakukan Jamal.
Sejenak kemudian, Hafiz mengajak Budi ke dapur.
"Bro-bro udahlah bro. Ayo kita ke pantry aja! Aku masih ada kreamer, gula, sama susu bubuk putih. Mumpung kopinya masih panas, ditambahi aja biar jadi lebih manis."
"Tapi bakal ada bubuk yang ga larut bro"
"Ya tinggal diaduk agak lama aja. Trust me, nanti bakal larut kok!"
"Yah..okelah bro"
Keduanya lalu bergerak menuju pantry untuk menambahkan beberapa sendok kreamer dan gula, agar kopi tersebut terasa lebih manis. Hidup pun kadang terasa seperti kopi hitam. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menambahkan kreamer, gula, atau susu, kan?
ps: rasanya peribahasa "Nasi sudah menjadi bubur" hanya untuk mereka yang gampang menyerah. Bubur aja masih laku dijual kalau ditambah macem-macem lauk.
Rabu, 04 Desember 2013
Siasat Kotak Coklat
Minggu, 30 Juni 2013
Koi no Hajimari wa, Majijo Teppen ni Yukuze!
Selasa, 28 Agustus 2012
Part VII: End of the Bipedal
Tank tersebut sama sekali tidak nampak seperti tank pada umumnya. Dia memang memiliki sebuah laras panjang untuk menembakkan senjata. Namun, dia tidak memiliki roda layaknya tank milik angkatan bersenjata. Roda-roda tersebut digantikan oleh kaki yang lebih fleksibel untuk menjangkau medan yang sulit. Inilah metal gear; kombinasi dari infantri dan artileri. Artileri memang sangat unggul dalam hal kekuatan, namun kurang dari segi daya jangkau. Sedangkan infantri menang dalam hal daya jangkau, namun kerusakan yang dihasilkan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan tank ataupun kendaraan perang lainnya.
Ketiga agen tersebut mau tidak mau harus menghancurkan kendaraan tersebut, atau seluruh penduduk Amerika Serikat akan musnah diterjang oleh asap Lahder.
"Guys, you have no choice but to destroy Metal Gear. I know it's too late, but don't let it sacrifice the life of America!" Kolonel Campbell berusaha menyemangati ketiga agen tersebut.
"But how do we this? Even many soldiers in war can't beat a single M1 Abram Tank!" Sheila sedikit meragukan semangat yang diberikan oleh Campbell.
"You DO underestimate me, lady! I already took out two metal gears in my life!" Snake dengan percaya diri maju melawan Rex yang menurutnya sama dengan dua buah metal gear yang pernah ia habisi, Metal Gear dan Metal Gear D.
SYUUUUUUUUUUTTTT...
RRRRRRRRRRRRRRRRR...
Dengan sigap, Snake berhasil menghindari serangan machine gun dan misil yang dilancarkan oleh Rex. Namun kesigapan tersebut ternyata juga dimiliki oleh Rex; setiap kali Snake menembakkan misil ke
tubuhnya, Rex selalu berhasil menghancurkan misil tersebut.
"Damn, what should I do?"
Melalui codec, Otacon memberitahu Snake tentang kelemahan Rex. Snake pertama harus melempar chaff grenade ke arah Rex. Setelah itu, ia harus menembak bagian lengan kiri yang berbentuk mirip parabola. Itulah radar yang mendeteksi arah serangan dari musuh.
"But please, don't you ever hit the back! It contains tons of Lahder Virus! Once you hit it, we're all done here!" Kaysen pun memeringatkan Snake supaya berhati-hati terhadap senjata yang dibawa oleh Rex.
Snake berlari mencari tempat tersembunyi. Tak lama kemudian, ia lempar chaff grenade tepat dibawah kaki Rex.
DSSIIIIIN GGGG....
Suara bising tersebut menandakan bahwa muatan chaff grenade telah merusak semua komponen elektronik, termasuk codecnya Snake. Tanpa basa-basi, ia arahkan Stinger Missile ke arah lengan kiri Rex. Dua buah tembakan ternyata cukup untuk menghancurkan lengan tersebut.
DUUUUARRR!!!
Suara ledakan cukup keras menggaung di ruangan hangar. Ternyata, hancurnya radar tersebut bukanlah akhir dari perlawanan Snake terhadap Rex. Bagian kokpit robot tersebut terbuka, dan didalamnya terlihat sesosok orang yang ternyata telah berada di dalam sebelum Rex diaktifkan dari luar.
"DIETRICH!!!"
"Hello Snake! Or should I say, THE LEGENDARY SOLID SNAKE!! Welcome to hell! Don't you see the toughness of this mass destruction weapon? I know you hardly want to destroy it but...that won't be easy this time. This Metal Gear Rex, designed by Armstech was actually designed for defensive purpose. The outer armor is made by special metal which has great resistance against heat and shock. And thanks to me who succeed in joining the development team, I could develop this vehicle further, so that Rex can launch missile loaded by any kinds of warheads, included my lovely lahder!"
"What's your real purpose, shit!" Sheila tiba-tiba menodongkan pistolnya ke arah Dietrich. Dia sebenarnya tahu hal tersebut sia-sia belaka mengingat senjata yang digunakan oleh Dietrich memiliki kekuatan berkali-kali lipat dibandingkan yang sedang ia pegang.
A revenge, lady, A REVENGE! Revenge of what America and its allies did to us Nazi Germany in World War II. You all must have heard about Fuhrer's secret weapons during World War II. Those plane, UFO, and other weapons could not even be copied by America! But even with those weapons, Nazi German still suffers a great loss! My grandfather, Dietrich Von Bissmark who was Fuhrer's second in command sworn to take revenge to America! He also sworn to keep the greatness of Mein Fuhrer's weapon creation! That's why..with this Rex I will launch Lahder and destroy America!!"
"This Nazi maniac is gonna be insane" gumam Snake dalam hati.
"Billy, Sheila, just leave me alone! Make a way out for me!
"No Snake, I must kill him too..He is responsible for what he did to father!"
"I SAID NO! GET OUT AND CLEAR MY WAY OUT!!"
Billy setengah terkejut mendengar teriakan Snake. Awalnya, dia ragu akan keluar. Namun begitu Snake mengarahkan Stinger ke arah mereka berdua, Billy dan Sheila segera kabur mencari jalan keluar.
"Now, it's between me and you!"
"Well, as you wish, American dog!"
Snake segera berlari dekat tong yang ada di belakang Rex. Dia mengarahkan Stinger ke bagian railgun. Namun, seperti yang dikatakan Dietrich, stinger missile ternyata belum mampu menembus bagian armor lainnya selain radome. Mau tidak mau, dia harus menembakkan misil ke arah Dietrich Troy langsung!
"How many times I told you, this armor is nothing against that stinger!"
"HUHUH? THEN TAKE IT!"
Sebuah misil langsung meluncur ke arah Dietrich.
NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!
Ledakan yang cukup keras disertai dengan puing-puing Rex dan tubuh Dietrich yang berhamburan keluar mewarnai area hangar tersebut. Snake puas bisa sekali lagi menghancurkan robot raksasa yang berpotensi menghancurkan negara yang ada di dunia.
"Snake you OK?"
"Yeah, much better than before the destruction of that damn bipedal robot"
"Well, you should take a rest for a while..."
Sheila memberikan secangkir coklat hangat kepada Solid Snake, cukup hangat untuk melawan dinginnya Alaska. Billy, Sheila, Hal, dan Kaysen nampak lega bisa keluar dari pulau tersebut, namun tidak untuk Snake. Snake terus menatap Shadow Moses dari helikopter yang ia tumpangi. Masih ada seseorang yang keberadaannya masih menjadi misteri baginya.
Saat melewati pintu keluar hangar, dia bertemu sesosok orang yang mengenakan baju armor dengan katana di tangannya. Dia terus menyebut nama Snake berkali kali. Sebelum melarikan diri, dia berkata "THANK YOU SNAKE" dengan suara berat.
Siapa dia, mengapa orang tersebut tahu nama Snake?
Helikpoter Chinook tersebut terbang menjauhi Shadow Moses, dan Alaska. Terbang meninggalkan sebuah tanda tanya bagi prajurit legendaris, SOLID SNAKE.
===================================FIN===============================
Minggu, 18 September 2011
Yang Terlupakan, dan Yang Dilupakan
Program Sukarelawan Bencana Gempa Bumi Jepang telah berjalan satu minggu. Selama itu pulalah, Umi dan Akira bekerja bersama dalam satu sub unit. Mereka bekerja di daerah Sendai, sedangkan Wataru dan adiknya, Sayaka satu kelompok ditempatkan di Tokyo. Tanpa sepengetahuan Sayaka, Wataru tetap berusaha menghubungi Akira dengan motif tentu saja untuk menanyakan kabar cewek yang juga satu fakultas dengan Sayaka.
Setelah beberapa lama Akira dan Umi bersama, hal yang tak diharapkan mulai muncul. Akira yang dahulu hanya berniat mendekati untuk tujuan menjodohkan, mulai merasa kalau Umi menyukai dirinya. Mengetahui hal ini, tentu Akira khawatir.
Di suatu malam yang sepi, saat semua rekan kerjanya beristirahat, Akira pun segera menghubungi Wataru.
"Wataru, aku punya kabar buruk..tentang cewek yang kamu sukai"
"Hah? Si Umi? Memang kenapa dia?"
"Aku punya firasat kalau dia ada rasa gitu sama aku."
"Ha? Kok gini? Aduh...ayo dong Akira! Lakukan apapun supaya dia ga suka ma kamu! Ya ya!"
"Ya..aku coba deh"
Pembicaraan handphone itu berakhir senyap, sama senyapnya dengan dinginnya malam yang merasuk ke tubuh Wataru. Ia terus memandang bulan purnama, seolah-olah bulan tersebut berkata bahwa usahanya kali ini sia-sia.
"Lho kok belum tidur kak? Nanti sakit lho..."
"Ah, belum ngantuk kok.."
Sayaka mempunyai firasat kalau kakaknya tersebut baru saja menghubungi temannya menanyakan kabar Umi. Hal itu terlihat jelas dari raut muka masam yang tersirat di wajahnya Untuk mencairkan suasana, adiknya tersebut membuatkan secangkir teh.
"Hem..hari yang melelahkan ya kak? Tadi seharusnya kamu bantu aku bawain peralatan korban di daerah Shinjuku!"
"Aduh sori. Tadi ada panggilan mendadak ke Meguro..."
"Ahahaha, ya sudahlah, untung tadi ada Yamazaki."
Nada tertawa itulah yang selalu menghiasi pembicaraan mereka berdua. Sayaka memang sangat susah marah dan kesal terhadap kakaknya tersebut. Meskipun nasihatnya sering diabaikan, namun ia tak pernah berkurang rasa sayangnya terhadap Wataru.
Ketika sedang duduk menikmati teh, tangan Wataru tiba tiba dipegang oleh Sayaka. Genggaman itu sangat keras, seolah-olah ingin berkata: "Jangan tinggalkan aku kak"
"Aduh, sakit tahu!"
"Maaf kak. Tapi aku lebih rela kamu yang sakit tanganmu, daripada kamu sakit hati gara-gara Umi. Cewek lain banyak kak!" Hem..keknya memang benar. Untuk saat ini, ga ada satu cewek pun yang mampu memahami perasaanmu selain AKU kak.Seandainya kamu bukan kakakku, mungkin aku udah jadi wanita yang bisa selalu ada di hatimu."
"HAH? Omong apa sih kamu?" Wataru keheranan dengan sikap adiknya tersebut.
"Ah, dasar ga peka kakak! HUUUUUUUUHH..Kak Wataru Jeleeeeeeeeeeeeeekkk!!!" Sayaka berlari menuju kamarnya.
"Hahaha, dasar orang aneh.."
Keesokan harinya, Wataru berusaha memancing-mancing Umi yang kini dikabarkan dekat dengan Akira lewat SMS. Semua itu bisa ia ketahui dari temannya Fujioka dan Ringo yang juga satu kelompok dengan mereka.
"Wah, keknya aku suka beneran deh ma Akira! Eh, dia udah punya cewek belum sih, Wataru?"
Hati Wataru merasa tidak enak mendengar pertanyaan itu. Mengapa Umi begitu tega berkata demikian? Apa dia sudah sedemikian tidak sukanya denganku? Firasat Wataru semakin tidak enak ketika ia memaksa Umi untuk berhenti menyukai Akira. Ia bahkan membohongi Umi dengan berkata bahwa masih ada wanita lain yang sedang diincar oleh Akira. Sayangnya, kebohongannya itu segera diketahui oleh Umi.
"Oke..terserah kamu Umi. Tapi satu hal yang pasti! Di hatiku ga ada cewek lain selain kamu!"
"OH GITU? Tapi sayangnya di hatiku ga ada cowok lain selain dia, Wataru. Aku udah negasin, KAMU TU BUKAN SIAPA SIAPAKU!"
"Oke darling..OKE!"
"Jangan panggil aku DARLING, YA??!!"
Percakapan tersebut berhenti. Kini, ia semakin menyesali tindakannya yang telah mengacuhkan Sayaka, orang yang paling ia percayai. Tak seharusnya ia membiarkan Akira mencomblangkan Umi dan dirinya.
Yang Terlupakan, dan Yang Dilupakan
"Pokoknya aku ga rela kakak jadi galau gara-gara Umi! Kalau dia ga suka, udah aja deh, ga usah lagi pake acara penasaran tentang isi hatinya Umi, kak!"
Omelan tersebut sudah sering didengar Wataru dari adik perempuan satu-satunya, Sayaka. Memang, Sayaka bukanlah adik kandung Wataru. Namun, perhatian Sayaka kepadanya sungguh besar, bahkan mungkin lebih besar daripada seorang cewek kepada kekasihnya. Pernah suatu saat, Sayaka dengan berani mengutarakan perasaannya bahwa ia suka, bahkan sangat menyayangi kakaknya. Wataru memahami perasaan adiknya. Namun, sering ia melupakan bahwa adiknya adalah wanita yang selalu mampu menenangkan perasaan Wataru disaat gundah, termasuk saat ini.
"Ah, ga papa..Lagian ini kan tawaran dari temen deketku, Saya-chan!"
"Oh, jadi ni acara comblang-comblangan?"
"Ya gitu deh.." Wataru menjawab sekenanya.
Sayaka merasakan perasaan tidak enak terhadap rencana sahabat kakaknya itu. Akan ada sesuatu yang ganjil....
"Kak, mending kamu cegah dia nyomblangin deh! Aku benar-benar punya firasat jelek tentang hal ini! Perasaan kakak akan lebih terluka daripada saat kamu nembak Umi. Pleasse...."
"Kamu gak pernah tahu perasaanku ya, selalu gagal dalam mendekati cewek? Kamu gak pernah jadi diriku sih!
"Iya emang, terus kenapa?!"
"Heh, kamu sih enak!!! Jadi cewek populer di SMA dan Kampus! Cowok tinggal milih..."
"Okey..bisa aja aku kek gitu, tapi gak ada SATUPUN cowok yang pantas buat aku, kak! Jujur, aku udah capek ma semua ini..Tentang semua debat gak penting ini..
Keduanya saling membuang muka...
Kukira..Kukira kamu adalah kakak yang bisa menggantikan posisi seorang kekasih dihatiku. Tapi..."
Sayaka berlari menuju kamarnya. Isak tangis terdengar keras di seluruh ruang tamu. Wataru menatap adik kesayangannya itu dengan pilu. Hemh.....menatap ke masa lalu, Sayaka selalu memberikan nasihat kepadanya, dan entah berapa kali ia mengabaikannya. Akhirnya, Wataru sendiri yang terjebak dalam kesulitan.
Dilema. Umi atau adiknya? Itulah yang kini menghantui pemikiran Wataru.
Jumat, 16 September 2011
Yang Terlupakan, dan Yang Dilupakan
"Umi, aku suka ama kamu. Mau ga, jadi cewekku?"
"Hem...ahahhaha..udah kuduga kamu mau mengatakan itu. Maaf, Wataru. Aku gak ada perasaan apa-apa sama kamu. Lagian, aku juga masih mendambakan cowok yang dulu aku gebet semasa SMA. Aku males menjalin hubungan dengan laki-laki...."
Kata-kata tersebut sangat datar, namun mampu menusuk perasaan Wataru. Umi Yoshikawa, cewek yang selama ini dia sukai, menolaknya dengan alasan yang cukup tidak logis. Alasan pertama dan kedua mungkin logis. Tapi yang ketiga? Masa sih dia ga mau pacaran? Hal ini terus saja menghantui perasaan Wataru.
Semenjak kejadian itu, hubungan mereka berdua jadi renggang. Pernah suatu saat, ketika Wataru habis pulang dari luar Jepang, ia menyempatkan diri bertemu dengan Umi untuk sekedar say hi dan memberikan sedikit oleh-oleh; dua buah gantungan kunci dari Singapura. Sialnya, pertemuan dengan Umi yang ia inginkan agak lama, terhambat karena Umi sepertinya ada urusan.
"Wataru, aku pergi dulu ya? Sori ada urusan!" Kata Umi dengan nada datar.
Perasaan Wataru sedikit tercabik-cabik. Rupanya dia masih menghindar dari aku ya? Hati kecil Wataru berkata demikian. Sebenarnya Wataru agak kurang suka sikap Umi terhadap dirinya itu.
"Apa yang salah denganku?"
3 Bulan kemudian....
Universitas Tokyo membuka program sukarelawan bagi para Korban Tsunami di Jepang. Wataru dan Umi kebetulan ikut dalam program tersebut. Sayangnya, mereka tidak ditempatkan dalam satu kelompok kerja.
"Wah, ga kusangka ya aku bisa sekelompok kerja ma cewek yang kamu suka, Wataru!" Fujioka, Ringo, Akira, ketiga teman dekat Wataru tersebut tidak percaya mereka akan satu kelompok kerja dengan Umi.
"Ah terserah kalian lah..."
"lho kenapa Wataru? Bukannya kamu masih suka ama Umi?" Ringo tanya
"Tapi dia menolakku.."
Akira berusaha menghibur Wataru. "Gini deh, Wataru. Mumpung aku ma Umi satu sub kelompok kerja, gimana kalau aku comblangin kalian? Tapi waktunya ga mendesak lho!"
"Ok. boleh! Makasih ya Akira!" Wataru menaruh harapan cukup tinggi terhadap sahabatnya yang telah ia kenal sejak semester pertama.
Bersambung....
Rabu, 23 Februari 2011
Another Crossover's Plan
Cerita crossover MGS dan Spyfiction hampir selesai....Tinggal menentukan
siapa-lagi ngapain-sama siapa-dengan cara gimana-mengakibatkan apa.
But still...masih bingung neh.....
Sa....Aku pengin lanjut ke cerita crossover lainnya..
Beberapa pertimbangan udah aku pikir2, seperti Rahxephon X Evangelion, GARO X Karas, de ll...
Tapi...belakangan ini aku lagi getol ngikuti dorama (YA..DORAMA! Bukan anime :3)
Dorama Bloody Monday entah ngapa punya jalan cerita yang cukup mirip dengan sinetron Elang yang dahulu tayang di ANTV tiap Jumat malam.
Buat yang udah liat keduanya, kan kita tahu kalau penjahat utamanya masih berkeliaran di luar sana (emang beneran ada????) Nah, with these circumstances, aku pengin coba ngegabungin kedua serial drama tersebut.
Kira-kira jadi kek gimana ya????????
Tunggu saja...:D
Rabu, 15 Desember 2010
Part VI: Frozen in the Trap

taken from gamespot.com
Termometer di ruangan tersebut menunjukkan angka 28 derajat Fahrenheit. Alaska memang salah satu tempat "neraka" bagi mereka yang tidak tahan dingin. Salah satu dari mereka ternyata adalah Sheila. Ia nampak menggigil kedinginan, terlihat dari giginya yang gemertak serta tangannya yang berusaha memeluk dirinya sendiri.
"Hey you OK Sheila?"
Billy mencemaskan rekannya. Saat yang sama, ia ingat telah membawa sebuah plug-in suit berbentuk jam tangan yang berfungsi sebagai pengalir panas ke tubuh. Tanpa ragu, ia serahkan alat itu ke Sheila. Segera setelah itu, Sheila merasa baikan dan siap melanjutkan misi mencari Snake.
Di sebuah lorong panjang, mereka menemui sosok yang tidak asing di mata mereka. Rambut putih, muka sayu, nampak sangat bijaksana. Spontan, mereka berteriak....
"NICKLAUS!!!!"
"Hey guy, where have you been? We are searching for you all time!" Billy nampak cemas, terlihat dari ekspresi muka dan cara bicaranya. Sheila menyampaikan kecemasan yang serupa dengan Billy.
"Hey hey..I'm okay, still in one piece!" Nicklaus meyakinkan dua orang tersebut. Dengan ekspresi tenang, ia menceritakan apa saja yang telah terjadi. Setelah itu, Nicklaus mengeluarkan sebuah kartu berwarna merah. Billy dan Sheila nampak asing dengan kartu tersebut.
"This is all we need! With this card, we can override the Metal Gear system and prevent it from moving."Nicklaus berusaha meyakinkan mereka.
Namun, Billy juga mengeluarkan sebuah kartu yang ia dapat dari Kenneth Baker. "How about this blue card Baker gave to me?" Nicklaus lantas menjelaskan bahwa kartu itu juga dibutuhkan untuk menghasilkan kode angka kombinasi untuk memasukkan virus ke sistem komputer Metal Gear. Virus tersebut akan menyerang sentral komputer yang menggerakkan Metal Gear.
Billy nampak yakin dengan penjelasan Nicklaus. Namun tidak bagi Sheila. Ia merasa bahwa orang yang sedang ia ajak bicara sekarang bukanlah Nicklaus. Ada yang aneh dengan cara bicara dan ekspresi muka; nampak tidak setenang Nicklaus yang biasanya......
"All right Guys! Let's go to Metal Gear Hangar! Follow me!"
Keduanya segera mengikuti ajakan Nicklaus. Ajakan yang segera membawa mereka ke dalam petaka....
Seorang tentara penjaga sel tahanan nampak resah. Dia terus saja mengeluhkan kondisi Alaska yang dingin, serta perutnya yang sakit sejak satu minggu yang lalu. Berkali-kali, ia pergi ke kamar mandi dekat sel tersebut. Satu saat, ketika ia selesai "buang hajat", ia menemukan tahanan yang sedang dijaganya nampak seperti berlumuran darah. Merasa resah, ia segera membuka sel pintu tersebut.
"Hei you OK?" Katanya kepada tahanan yang ternyata adalah Snake.
"Of....courssee....you idiot!" Dengan sekali tinju di perut dan kuncian di leher, penjaga tersebut pingsan. "Worthless scum, why did you still alive in this world?"
Snake berusaha mencari pakaian dan peralatannya yang tertinggal dekat ruang penyiksaan. Segera setelah itu, ia hubungi kolonel Campbell.
"Colonel!"
"Are you OK, Snake?"
"Yeah, everything is messy..But I think I can get through it..."
"Snake, I have lost contact with those three S.E.A Agents. Do you know where are they now?" Kolonel Campbell bertanya dengan nada cemas.
"Hmmmmmhh....One of them, Nicklaus is KIA."
"NNoo way...."
"Dietrich must pay for it!!"
"Calm yourself, Snake. Your object now is to find the rest of your partners..Don't let them be KIA!" Try to find them in Metal Gear hangar. They might be trying to spread the viruses.
"Yeah..roger that"
Snake mengakhiri pembicaraan. Perasaan kolonel ternyata juga dirasakan oleh Snake. Dia merasakan bahwa kedua temannya sekarang masuk dalam sebuah perangkap, perangkap yang diletakkan dalam suhu yang sangat dingin.......
"OK..I've set it! We just need to insert these cards!" Nicklaus menyuruh Billy
untuk memasukkan kedua kartu tersebut. Tanpa ragu lagi, ia segera memasukkan kedua kartu serta menekan beberapa tombol. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendobrak pintu.
"DON'T MOVE, YOU IMPOSTOR!!!!"
"Hei Snake, where have you been? Are you hurt? Let me take care of you..."Sheila berusaha menunjukkan sisi keibuannya. Namun, usaha tersebut sia-sia.
"No time for this Sheila! HE IS NOT NICKLAUS!!"
"What are you talking about? Have you been brainwashed?" Billy merasa keheranan dengan Snake. Namun, setelah itu Nicklaus menyekap Sheila dan menodongkan Walter P-9 ke kepalanya.
"EHHHHHEEMMHHHHHMEHHHHMMHHHHHAHAHAHAHHAHAHHHAHAHAHA!!! I'd like to say, thank you to all!! My acting so far, can be nomineed in Oscar Award! Ternyata, laki-laki bermata sayu tersebut bukanlah Nicklaus, melainkan salah satu anggota FOX-ENIGMA yang bernama Decoy Octopus. Sesuai namanya, dia ahli dalam melakukan berbagai penyamaran.
"WHERE IS NICKLAUS???" Billy lantas menodongkan pistolnya ke arah Decoy Octopus.
"KIA. By Dietrich. I saw by my own eyes when we were tortured by that germany bastard."
Semuanya serba sulit......Ternyata mereka berdua telah dijebak oleh salah satu anggota dari FOX-ENIGMA. Billy berusaha membalaskan dendam kematian rekannya tersebut. Namun...
"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR"
Ruangan tersebut bergetar. Tak lama setelah itu, mereka melihat dengan mata kepala sendiri, sosok monster yang selama ini mereka takutkan,
METAL GEAR REX:ACTIVATED
Rabu, 14 Juli 2010
Part V: Damage
"Clullulut..clululut......clulult..clulullt...." Komunikator tersebut berdering, cukup lirih untuk didengarkan dari jarak 5 meter. Namun, apabila menempel pada tubuh manusia, pemilik komunikator langsung mengetahui bahwa ada seseorang yang menghubunginya. Sayangnya, saat ini ia tidak menempel pada tubuh sang empunya. Lalu, kemanakah sang empunya berada?
Tepat di ruangan sebelah komunikator tersebut terletak, sosok sang empunya, Solid Snake, tengah ditawan. Kondisinya kini benar-benar tanpa sepucuk senjata pun. Semuanya raib entah kemana. Snake melihat sekelilingnya. Ia baru sadar bahwa kini ia ditahan oleh Fox Enigma. Semuanya terasa begitu cepat baginya. Rasanya, beberapa menit yang lalu ia berpikir bahwa misinya berhasil. Realita kini berbicara sebaliknya. Ia tak kuasa diikat dengan sangat erat dan dijadikan seorang tahanan.
Pintu ruangan tersebut terbuka. Seorang pria dengan rambut pirang nampak tersenyum sinis ke arah Snake. Sambil membetulkan letak kacamatanya, pria tersebut mulai memperkenalkan diri.
"Helo...CIA Dog! Have you enjoyed our little welcome party?" Bila dilihat dari postur tubuh, warna mata, serta logat yang dia ucapkan, nampaknya, Snake yakin pria tersebut berasal dari Jerman. Kemampuan mengenali asal negara orang memang sudah menjadi field trainingnya sebelum dia memulai misi pertamanya di Outer Heaven. IQ 180 serta kemampuannya berbicara 6 bahasa sungguh membantunya untuk melakukan hal tersebut.
"Well...it seems that those couple are pretty good...My troops couldn't catch them."
"WHAT ARE YOU DOING TO THEM??" Snake bertanya dengan nada keras
"It's not that terrible...I just wanna play with you all..before I finish your life. But up to now.............I only got two toys......What a shame......."
Snake terkejut. Ternyata, dia tidak hanya berdua dengan pria berkacamata itu. Setelah laki-laki membuka tirai yang ada di depannya, sosok Nicklaus yang tengah tak berdaya muncul di depan Snake. Awalnya, Snake tidak mengenali sosok tersebut. Namun setelah ia memperhatikan corak seragam yang dikenakan, Snake yakin dia adalah Nicklaus, rekan dari Billy dan Sheila.
"Oh........I forget to introduce myself. I'm Dietrich Troy, the leader of Fox Enigma!.....Well Snake! You must know this kid right? Well....I think my hands are ready to finish this agent!"
"But...I think my own hands won't be able to finish this brat....So..to make the show more interesting, let this 45' caliber pass through his heart!!"
DAR......DAR!!!!
Dua buah peluru kaliber 45 telah dilesatkan dari moncong pistol Desert Eagle. Nicklaus tersentak. Dia sekarat bersimbah darah. Nicklaus mencoba bertahan dalam situasi yang paling sulit dalam hidupnya ini. Namun apa daya, dia benar-benar terikat kuat; tak mampu lagi untuk melepaskan diri. Peralatan yang biasanya melekat di badannya sudah dilucuti semua.
"Well......you're still alive, brat? It's OK......I was just playing with you.........."
"YOU.......(Cough) (Cough)...Bas..........................tttttaaaaa"
DAR!!!!
Belum sempat Nicklaus melanjutkan kata-katanya, sebuah peluru melesat lagi, kali ini menembus jantungnya. Kini, Nicklaus benar-benar tidak bergerak. Dia telah tewas!
Snake sangat marah. Mulutnya mengeluarkan darah karena ia menggigit bibirnya sampai terluka. Meski ia baru pertama kali melihat sosok Nicklaus, ia tidak rela agen S.E.A tersebut mati konyol di tangan seorang teroris sekelas dia.
"Hem...You wanna that, too?? Unfortunately...I wanna play with you first."
Tanpa banyak bicara, Dietrich menekan tombol merah yang ada di dekat tempat Snake ditawan. Tombol tersebut berfungsi untuk mengalirkan arus listrik ke tubuh tahanan. Dengan muka tertawa, ia melihat ke arah Snake yang menderita tersengat listrik. Ia lakukan ini sampai yakin Snake tak sadarkan diri.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH"
Teriakan tersebut menggema ke seluruh ruangan eksekusi. Snake akhirnya terbujur kaku. Dietrich tertawa sinis melihat kejadian ini. Perlahan, ia keluar ruangan sambil mengucapkan "worthless brother...."
"What is this??? I could'nt contact Snake!"
" Me too...What happened with him? My feeling is bad....not only to Snake, but to our comrade, Nicklaus.."
Billy dan Sheila nampak resah dengan kejadian ini. Sekarang, misi mereka adalah mencari tahu keberadaan dua orang rekannya tersebut.
Bersambung........
Kamis, 13 Mei 2010

"Sheila, how will you get us out of this base?" tanya Dr. Kaysen.
"Well, I have set a small route so that we can get to the backyard of the facility. The problem is, the genome soldiers keeping in that place. Unless two of you can get yourself unseen, I can't take both of you with me."
Sambil berusaha membetulkan posisi kacamatanya, Hal Emmerich berusaha menenangkan Sheila. "If that's the problem, I can overcome it. I developed a gadget named camouflage jacket. Once you wear this, you will remain unseen by naked eyes. And the only way to see the wearer is by infrared or thermal goggles."
Sheila nampak kegirangan. Namun, perasaan tersebut hanya bertahan selama satu menit. Hal menyampaikan kabar buruk. "Well, girl. I just bring two camouflage jackets. Only for me and Kaysen." sesal orang yang juga dijuluki "Otacon" ini. Raut wajah gadis tersebut langsung berubah. Dia tidak punya pilihan selain mengenakan kembali seragam genome soldier yang ia lengkapi dengan thermal goggles. Tanpa buang-buang waktu, mereka segera menuju rescue point.
Desingan peluru shotgun memekakkan telinga Billy. Ia tahu, senjata yang dipegang oleh Douglas Lynsander tersebut dapat mencabut nyawanya sewaktu-waktu. Peluru Walter P99 miliknya hanyalah seperti gigitan nyamuk bagi Douglas. Tak ada pilihan lain selain bersembunyi dan membunuhnya secara diam-diam. Dari balik kotak, ia mengamati keadaan sekitar. Hening, tak ada suara desingan shotgun. Tiba-tiba, ia merasakan kepalanya didorong oleh benda yang terbuat dari besi. Shotgun milik Douglas telah tepat menempel di keningnya!
"Heehehehehehehehheeeeeeeee!!!! Your head is mine, amateur! DIE BILLY!!"
Billy pasrah dengan keadaan ini. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Douglas siap menarik pelatuk shotgun miliknya. Namun, ia merasakan sesuatu yang aneh pada lengan kanannya.
"WHAT IS THIIISSS???? MY RIGHT AARM!!!!!" Ia menyadari bahwa lengan kanannya telah putus. Lagi-lagi, Cyborg Ninja menunjukkan aksinya dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang. Tempat tersebut menjadi banjir darah. Lagi-lagi pemandangan tak mengenakkan terjadi lagi. Douglas menjerit sekuat tenaga. Namun, jeritannya semakin lama semakin lemah karena Cyborg tersebut juga pada akhirnya memenggal kepala mantan personil Green Beret tersebut. Douglas Lynsander akhirnya tewas terkapar di tanah dengan bersimbah darah.
"SON..OF SCARFACE!!! SAVE BAKER AND GET THE HELL OUT OF HERE!" Setelah ia menyuruh Billy, Cyborg Ninja segera keluar melalui lubang angin tempat tersebut.
Billy mendekati Baker yang kini nampak semakin parah. Tubuh pria paruh baya tersebut tak mampu bergerak lagi. Nampak mulut tuanya ingin berucap sesuatu.
"(Cough) (Cough) Bi....lly....It's now too late. Fox-Enigma is ready to launch Lahder with Rex." "(Cough) There are two ways for you and your friends to stop them. First is by disabling the computers that control Lahder warheads. It's located exactly in the main generator room. If you can't reach them, you have no other option but to destroy Metal Gear."
"What? Is there another option beside those two?" Billy tak menerima kenyataan ini.
"I don't know if this will succeed...But, just try to use this PAL key. There is a control room beside the Metal Gear hangar. Just insert this card. The virus contained here will spread over the system and make both Lahder and Rex malfunction," kata Baker meyakinkan Billy.
"Sir, hang on please! I will save you first! Can you walk?" Kata-kata ini rupanya tidak didengar lagi oleh Baker. Dia telah tewas karena kondisi tubuhnya yang tidak dapat bertahan lagi. Ia menyesal karena tak mampu menyelamatkan orang yang menjadi target misinya.
........
Tank M1 Abram yang ada di depan Snake dan Donald Anderson benar-benar nampak seperti setan neraka jahanam. Mereka tidak menyangka bahwa tank kebanggaan negara adidaya Amerika Serikat tersebut siap mencabut nyawa mereka. Sesaat kemudian, pintu palka tank tersebut terbuka. Sesosok orang yang membawa sesuatu yang amat besar muncul. Setelah sosok tersebut muncul, ratusan burung gagak datang menghampirinya.
"SNAKE! You think you can escape that easy? Me and my birds will vanish your existance!"
"Could you be....Raven?" Snake berusaha mengenali orang berbadan kekar yang ada di depannya tersebut.
"Exactly Snake! So, you finally can get that DARPA chief out? I won't let you go!!!!"
Tank tersebut bergerak pelan-pelan mencari target. Dalam kondisi peperangan seperti ini, Snake tak sanggup untuk menjaga Donald. Untuk itu, dia menyuruh Donald untuk bersembunyi di balik gundukan salju yang dia rasa aman. Setelah itu, Snake setengah mati berpikir bagaimana caranya untuk menghancurkan tank tersebut. Codec miliknya berbunyi. Rupanya, ini adalah pesan dari Colonel Campbell.
"Snake! Try to reach the bottom of the tank! Then, plant two C4 grenades on the engine base."
Dia berpikir bahwa Colonel Campbell berniat membunuhnya lebih awal. Namun, dia melihat bahwa celah yang berada di antara roda tank tersebut berukuran cukup besar. Tank tersebut juga tidak mampu bergerak cepat mengingat medan pertempuran yang hanya berukuran seluas lapangan basket. Tanpa basa-basi, ia siapkan C4 Grenade dan segera menyusup ke bagian bawah tank tersebut.
Snake merasa C4 grenade sudah tertanam dengan baik. Ia segera keluar untuk mencari tempat perlindungan. Dalam hitungan detik, tank kokoh tersebut langsung meledak dan tidak dapat bergerak lagi. Kepulan asap menjulang tinggi ke langit Shadow Moses. Snake memandangi hal tersebut. Ia merasa senang. Setelah itu, dia mencari Donald Anderson ke tempat persembunyiannya. Raut mukanya berubah 180 derajat. Kesenangannya langsung sirna begitu mengetahui bahwa Donald menghilang! Anehnya, dia sama sekali tak melihat jejak kaki Donald. "Where could he go?" batinnya.
"This is Snake! Colonel, I've lost my target!!"
"What? Don't be kidding!! Search him again! He's too important for us to be left!"
"I don't find any clues here. I asked him to wait here. Then, after battling with Raven, he was lost."
"Hem...maybe you can ask those S.E.A Agents to help you?"
"Ok. I'll try it colonel. I'm trying to....URGHH!!!"
"Snake? Are you OK?? Answer me Snake!"
Tubuh Snake terkapar kaku. Dengan mata yang samar-samar, dia berusaha mencari tahu asal pukulan tersebut. Ternyata....Dia sama sekali tak menyangka terhadap sosok yang tega melakukan hal tersebut kepadanya....
Bersambung
Senin, 26 April 2010
Metal Gear Fiction

Part III: Battle
Sheila masuk ke dalam ruangan yang berada di lantai paling dasar tersebut. Dia mengamati ruang sekitar, dan menemukan sesuatu yang janggal di lantai. Merasa ragu untuk melangkah, dia segera menelpon Eve. Eve memberitahu bahwa lantai yang berwarna hijau tersebut adalah lantai yang dialiri oleh listrik. Aliran listrik tersebut hanya bisa berhenti apabila sumber energi utamanya dihancurkan. Untuk itu, Sheila harus menemukan sebuah senjata misil yang mampu dikendalikan melalui remote control-Nikita Missile. Sheila dapat menemukan benda tersebut di lantai ruang penyimpanan senjata. Setelah ia berhasil menemukannya, Sheila kembali ke ruangan basement. Awalnya, ia merasa yakin dengan senjata yang pelurunya mampu dikendalikan dari jarak jauh itu. Ternyata, ada banyak sekali kamera pengawas di ruangan tersebut yang memiliki senapan kecil. Begitu peluru tersebut meluncur dengan kecepatan rendah, kamera tersebut segera menembakkan senapannya ke arah peluru.
"Damn! Why is this weapon named Nikita after all? Not.....Sheila Missile?" keluhnya.
Kali ini, pada percobaan terakhir, dia nampak lebih berhati-hati. Semua spot yang sekiranya tidak diketahui oleh kamera segera dilalui sampai akhirnya peluru tersebut berhasil menghancurkan sumber aliran listrik tersebut. Tiba-tiba, alarm berbunyi! Dia telah ketahuan oleh para penjaga ruangan tersebut. Merasa tidak ada pilihan lain, ia segera mengeluarkan Walter P99 kebangaan tim Phantom. Belum sampai dia mengeluarkan sebutir pun peluru, sesosok bayangan yang bergerak sangat cepat muncul di hadapannya. Dalam hitungan detik, bayangan tersebut berhasil memenggal kepala lima orang penjaga. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan untuk gadis berusia 18 tahun seperti dia.
"YOU.........YOU S.E.A.." Bayangan tersebut mulai bergerak lambat, dan menunjukkan sosok seorang ninja bermata satu.
"What are you talking about?? AND WHO ARE YOU!!??" Sheila memberanikan diri untuk menodong makhluk tak dikenal tersebut.
"YOU...YOU MUST BE...PARA-MEDIC'S GRAND CHILD!"
"What? That's the codename of my grandma! How do you know about my family??"
"THAT'S NOT IMPORTANT! NOW GET THE HELL OUT HERE!"
"I still have my mission! You go away!"
Karena tidak ada pihak yang mengalah, akhirnya kedua orang tersebut saling bertarung dengan sengit. Keduanya nampak sangat hati-hati dengan pukulan yang dilayangkan oleh mereka. Mulanya Sheila agak kesulitan karena makhluk tersebut bergerak sangat lincah. Merasa terjepit, ia gunakan kemampuan senam di sekolahnya untuk menyamakan gerak dengan lawannya. Sheila pun menemukan pola serangannya, segera saja ia bantai dengan dua kali pukulan di kepala dan tiga tendangan di perut yang membuat musuhnya tersebut tergeletak. Merasa kalah, akhirnya orang yang mengaku sebagai Cyborg Ninja tersebut melarikan diri.
Sheila menghampiri Forrest Kaysen yang ternyata sangat ketakutan setelah melihat peristiwa tersebut. Ternyata, orang berbadan besar tersebut mengompol ketika mellihat peristiwa tersebut. "Oh...he's too much!" pikirnya.
"Where's your friend Hal Emmerich?" tanya Sheila.
"He is hiding in that locker"
Sheila segera membuka loker tersebut dan menemukan orang yang punya penampilan sama dengan Forrest Kaysen. Hanya saja, dia lebih kurus. Dia kaget, ternyata dia juga ketakutan setengah mati hingga celananya basah
"Oh......I am not your baby sitter, MR GENIUSES!!!" umpatnya.
......
Billy berada di dalam ruangan yang sudah sangat dekat dengan keberadaan Kenneth Baker. Dia merasa bahwa penjagaan di ruang yang penuh dengan kardus tersebut terlalu ketat. Menyadari bahwa ruangan tersebut penuh dengan kardus, ia segera menggunakan sebuah kardus kosong untuk berjalan menuju pintu tempat Kenneth Baker disekap.
Billy menemukan sosok orang tua yang sekarat tengah diikat di sebuah tiang. Tanpa ragu, ia segera mendekat ke orang tersebut.
"You're Mr. Kenneth Baker right? I will save you, don't worry!"
"Don't come closer! It's a trap!" Kenneth menyuruh Billy supaya tidak mendekatinya.
"YES! TOUCH IT BILLY!"
"Finally....You come here, Son of Scarface!"
"My father's name..."
"Yes...Let me introduce myself! General Douglas Lynsander, ex-Green Berets"
"Green Berets? You mean Solid Snake and Big Boss's friend?"
"FRIEND????? THEY WERE THE ONES WHO DUMPED ME!!! Because of them, US government didn't acknowledge what I've got on the battlefield! They....especially Big Boss...with the Les Enfant Terrible project...is such a greedy deed!!!"
"Les Enfants Terribles?"
"I should be the one who get it-since I have the same problem with Big Boss. But US Governement found a fact that my gene were not suitable with that project, since Big Boss mission time was bigger than me. From that on, I, without any clear reason, were dropped from the army. I must take revenge of all of this! Especially you S.E.A!"
Douglas segera menantang Billy untuk duel pistol. Pertarungan pistol pun tak terhindarkan di antara mereka berdua. Billy dengan sigap berusaha menghindari tembakan Shotgun yang dimuntahkan oleh Douglas. Ia sadar bahwa pertarungan ini benar-benar tidak seimbang. Disaat pelurunya tinggal menyisakan satu butir, Douglas tepat berada di samping kanannya. Pelatuk berada di jari telunjuk kanannya. Douglas sangat ingin tertawa senang. Hingga akhirnya.....
Bersambung.....
Kamis, 15 April 2010
Metal Gear Fiction
Snake merasa sedikit kesal. Aksi legendaris yang biasa dia lakukan setiap kali mendapatkan tugas kali ini harus hilang darinya. Tak diduga, dua genome soldier yang dia intai dari lubang angin yang terletak di atas hangar tank tersebut merupakan dua agen S.E.A pilihan yang juga mempunyai misi sama; menyelamatkan tiga orang penting di Amerika sekaligus mencegah Fox Enigma untuk memusnahkan Amerika Serikat dengan virus Lahder yang diluncurkan melalui Metal Gear Rex.
"Ok, let's divide ourselves into our main objectives! I will save the Darpa Chief, while Billy will save Kenneth Baker and you Sheila, go meet that scientist, Forrest Kaysen!" Snake tanpa pikir panjang lagi langsung memerintah kedua orang tersebut dan melaksanakan tugas tersebut.
"What about our communication, Snake?" tanya Billy
"Yeah...we may lost our way and informations if we don't get along online!"
Tiba-tiba alat komunikasi ketiga agen tersebut berbunyi. Kedua atasan mereka, Snake dengan Collonel Campbell serta Billy dan Sheila dengan Eve segera mengatur alat komunikasi milik ketiganya supaya dapat saling terhubung satu sama lain. Collonel Campbell berkata " OK Agents! We've set your own frequencies. Snake, you get 140.1. Billy and Sheila will get each of you 140.2 and 140.3. Any more questions?" Setelah ketiganya merasa cukup dengan penjelasan codec, ketiga pahlawan Amerika tersebut segera menuju objek misi mereka masing-masing.
Seorang pria berbadan gelap nampak begitu takut, tersiksa di dalam sebuah sel tahanan. Setelah memastikan bahwa pria paruh baya itu adalah Donald Anderson, Snake langsung turun dari lubang udara dan berbicara kepadanya.
"I am here to save you! You're Mr Donald Anderson, right?" Snake berusaha meyakinkan Donald. " If you really want to save me, then let's just leave this place!" Donald nampak begitu ingin pergi dari tempat tersebut. Snake pun lalu berusaha menahan kesenangan yang terpancar dari raut muka Donald dengan menanyakan padanya tentang semuanya; Lahder, Metal Gear, dan Fox-Enigma. Donald mengaku bahwa dia dan ketiga rekannya diculik oleh Fox Enigma karena kelompok tersebut ingin melakukan kudeta kekuasaan Presiden Amerika Serikat Josh Bobbie. Cara yang akan mereka gunakan cukup kejam, yaitu dengan senjata biologis yang konon hanya dengan satu bola seukuran bola sepak saja, senjata tersebut mampu memusnahkan manusia dalam satu bandara. Satu lagi hal menakutkan yang dia ceritakan adalah adanya sebuah kendaraan tempur bipedal raksasa yang mampu menembakkan segala macam peluru dari seluruh penjuru dunia. Jika mereka berhasil meluncurkan Lahder dengan bantuan Rex, tidak hanya seluruh Amerika saja yang akan terkena dampaknya. Mereka juga akan meluncurkan senjata biologis tersebut kepada negara-negara lain yang mereka anggap menghalangi jalan mereka.
Tanpa pikir panjang, Donald segera mempercayakan keycard level 1 kepada Snake untuk menemukan jalan menuju hangar tempat kedua senjata maut tersebut dipersiapkan. "If you want to get more informations about those two deadly weapons, just meet Forrest Kaysen and Hal Emmerich. They are the mastermind of this project." Snake kaget, ternyata salah satu target yang harus ia selamatkan adalah orang dibalik pembuatan senjata tersebut.
"Sheila, do you copy me?"
"Yes Snake. What's going on?"
"I've found a shocking fact! Your mission objective IS the main brain of those weapons!"
"I know! I have been briefed before this mission begin. You can count on me, Snake!"
Lagi-lagi, Snake merasa kesal karena merasa dibodohi oleh "junior" nya. "How the hell this black ops be known by other agency?" Dia tak habis pikir mengenai hal ini. Namun, hal tersebut bukan menjadi halangan bagi legenda seperti dia. Snake dan Donald segera lari meninggalkan tempat tersebut.
Setelah sampai di tank hangar, codecnya berbunyi
"What Billy?"
"Snake, I've set a small route which will be a trespassing for you and Donald to go to the northern part of the building. S.E.A helicopter will wait for you on the back of the snow dune."
"Where is the location of that trespass?"
"It is located on the right side of the main gate"
"WHAT? MAIN GATE?"
"Don't worry! Nicklaus, one of our friend have taken care of those genome soldier."
"Another agent from S.E.A?"
"Yeah! Another agent. Just forget it and hurry Snake! Before the other genome soldier know this anomaly."
Snake berusaha mencari pintu yang Billy maksud. Selang beberapa waktu kemudian mereka berdua berhasil keluar melewati pintu tersebut. Namun, mereka tidak pernah menyangka akan sosok yang ada di depan mereka.....
Bersambung..........
Selasa, 13 April 2010
Metal Gear Fiction


(Cerita ini hanyalah sebuah fanfiction yang menggabungkan dua game yang hampir mempunyai gameplay yang sama; Metal Gear Solid dan Spy Fiction. Maaf kalau ceritanya agak maksa…:D)
Part I: Encounter
Pemerintah Amerika Serikat sedang geram. Tiga orang ternama di negara adidaya tersebut, pemimpin DARPA Donald Anderson, presiden Armstech Kenneth Bakker dan ilmuwan NanotechDyne Inc, Forrest Kaysen diculik oleh suatu organisasi teroris yang menyebut dirinya sebagai “FOX-ENIGMA” di sebuah pulau bernama Shadow Moses. Organisasi ini mengancam pemerintah Amerika Serikat, jika tidak mampu memenuhi permintaan uang tebusan sebesar 1 Milyar Dollar Amerika dalam waktu 24 jam, mereka akan meluncurkan senjata biologis “Lahder” dengan bantuan sebuah kendaraan perang berbentuk seperti T-Rex yang bernama Metal Gear Rex ke seluruh penjuru Amerika Serikat.
S.E.A (Special Execution Agency) mengirimkan tiga orang agen andalan mereka, Billy Bishop, Sheila Crawford, dan Nicklaus Nigthwood ke Shadow Moses untuk menyelamatkan ketiga orang penting tersebut sekaligus untuk menghentikan aksi gila organisasi yang dulunya merupakan dua organisasi terpisah; Fox-Hound dan Enigma. Segera setelah ketiganya melakukan halo jump dari pesawat C-130 Hercules, mereka mendarat dengan selamat di pintu depan markas Shadow Moses tersebut. “Nicklaus! Infiltrate the underground tunnel of the base. While I and Sheila will take care of those genome soldiers here.” BACK IN THE HOLE! Kata-kata tersebut selalu muncul dari mulut mereka sebelum memulai aksi.
“A Hind-D? What’s a Russian gunship doing here?” Sesosok pemuda tiba-tiba bergumam sendiri. Ia nampak mengenali orang yang berada di dekat helikopter tempur Rusia tersebut. Merasa tidak tahu akan situasi yang sedang terjadi, ia hubungi komandannya. “Snake, what’s going on?” Lalu orang yang bernama Snake itu berkata “Commander. I’ve found a Hind-D helicopter! What could it mean?” Sang komandan juga tak dapat mengerti apa yang sedang terjadi. Ia hanya mampu memerintah Snake untuk terus mencari keberadaan ketiga orang yang sedang diculik tersebut. Rupanya, ada dua pihak yang mempunyai sebuah misi sama: menyelamatkan ketiga tokoh penting Amerika Serikat.
“How about my disguise? Do I now look like a man?” Sheila berusaha meyakinkan Billy bahwa penyamarannya sebagai genome soldier tidak bisa dibongkar dengan mudah. “Hem…OK! But watch your step and butt! Try what I’ve taught to you last month ok?” Tanpa ragu, mereka segera bergabung dengan genome soldier yang lainnya di tank hangar. Tentu saja, mereka punya tujuan lain, supaya dapat menembus level keamanan yang terkenal sangat tinggi. Mereka berusaha supaya para genome soldier tersebut tidak mencurigai gerak-gerik dan peralatan yang mereka bawa. Jadi, kedua agen tersebut berusaha menjaga jarak dengan para tentara terlatih tersebut.
Snake keluar dari pintu ventilasi utama. Ia berusaha menuju lantai B-1 dimana di tempat inilah Donald Anderson disekap. Namun, tepat di ujung tembok lorong berdiri sesosok genome soldier. Tanpa ragu lagi, ia segera sekap tentara tersebut. Tak disangka, ternyata…
“Wait! I do know who you are!” teriak tentara tersebut yang rupanya adalah Billy. “You’re…legendary Solid Snake right?”
“WHO THE HELL ARE YOU? And what’s your aim here?” Teriak Snake sambil mengacungkan pistol Socom-nya.
“My name is Billy Bishop. I am from SEA. My mission here is to save Donald Anderson, Kenneth Baker, and Forrest Kaysen. And what’s yours, sir?”
” THAT IS MY LINE!! And what is that SEA? I’ve never heard of it.”
Tiba-tiba, codec milik Snake berbunyi. Colonel Campbell berkata bahwa dalam misi ini, Snake tidak sendirian. Dia akan dibantu tiga agen dari Special Execution Agency. Hal ini dikarenakan Enigma juga tengah membangun kekuatan bersama dengan Fox-Hounds untuk menghancurkan Amerika Serikat. Kolonel menegaskan bahwa misi solo tidak akan berhasil kali ini. Snake harus mau dibantu oleh ketiga agen tersebut karena hanya mereka lah yang mengetahui seluk beluk Enigma. Nampaknya, Snake kali ini harus mau sedikit “berbagi” aksi dengan SEA.
“Allrite…But never get on my way about my personal bussiness!”
“What is that?”
“Not only “is that”. A lot of things happened. You don’t need to know! Let’s just hurry up and finish this mission!”
bersambung….




