Powered By Blogger

Kamis, 10 Maret 2016

Mega Web, Atraksi Otomotif di Odaiba



(sumber: http://www.megaweb.gr.jp)

Buat kamu yang suka dengan otomotif dan motorsport Jepang, tapi sedang tidak berada di perfektur Tochigi atau Mie dimana terdapat Sirkuit Motegi dan Suzuka, ga perlu khawatir karena di Tokyo pun ada satu tempat buat pecinta otomotif. Mega Web, sebuah taman rekreasi bertema otomotif. Taman yang cocok buat tempat rekreasi keluarga ini terletak di pulau buatan Odaiba, sekitar satu jam dari kawasan Shibuya.


Dari jalur utama Tokyo, alias JR Line Yamanote, naik kereta darat arah ke Shibuya. Setelah itu, turun di Stasiun Shimbashi. Setelah sampai di Shimbashi, kita berganti moda transportasi ke monorail jalur Yurokamome tujuan Toyoshu. Nikmati sejenak suasana pulau buatan Odaiba di dalam monorail sebelum turun di Stasiun Aomi. Begitu keluar dari stasiun, kita bisa langsung masuk ke pintu belakang Mega Web. Saya sendiri kemarin lewat pintu belakang, karena memang sebelumnya jalan-jalan di kawasan Diver City Plaza.


Atau, kalau mau jalan kaki agak banyak sebenarnya kita bisa juga turun di Stasiun Odaiba Kaihinkoen, jalan ke arah bangunan Mega Web seperti gambar di atas dan pintu depannya bisa kita lihat sembari berada di area parkiran mobil yang begitu luas! Tiba-tiba ngerasa capek? Tenang aja, ada persewaan sepeda buat kita keliling odaiba. Cukup bayar sekitar 300 yen (bisa lewat Pasmo atau Suica), kita bisa menikmati suasana yang cukup damai.

Mega Web punya tiga bagian utama. Yuk kita bahas taman rekreasi otomotif ini satu per satu!

1. History Garage


Awalnya saya kebingungan karena di bangunan Venus Fort, yang saya lihat cuma mall dengan tema Italia. Untungnya ada peta yang menunjukkan lokasi keren yang terletak di lantai 2 Venus Fort. Ada dua lantai di History Garage buat yang suka dengan balap klasik. Sayangnya, karena ga baca brosur yang udah didapat ketika di masuk wahana Ride Studio, saya melewatkan lantai 1 T-T



 Tapi secara keseluruhan lantai 2 History Garage ini sangat memuaskan para pecinta otomotif dan otosport klasik. Di dalamnya banyak terdapat koleksi mobil klasik, dari mobil keluarga hingga sport dari berbagai brand, mulai dari Nissan hingga Ferrari. Hiasan di dinding pun dibikin sedemikian rupa sehingga kita seolah-olah balik ke era kejayaan otomotif era 50-80an.





Selain koleksi mobil 1:1, banyak juga koleksi miniatur mobil klasik disimpan di lantai 2. Karena Mega Web disponsori oleh Toyota, tentu saja lebih banyak koleksi miniatur mobil-mobil Toyota yang pernah berlaga di berbagai ajang balap, baik tingkat Jepang maupun internasional.











2. Toyota City Showcase

Kita lanjut ke bagian tengah, dimana Toyota menampilkan berbagai inovasi yang telah di lakukan, baik dalam teknologi mobil jalanan maupun mobil balap. Saya sendiri merasa tempat ini lebih cocok dikunjungi bersama keluarga, karena mobil yang ditampilkan tidak melulu tentang balap. Kalau suka sama balap dan ingin tahu track record divisi balap Toyota, Gazoo Racing, kita bisa memuaskan hasrat balap ke lantai 2. Di lantai ini pula, kita bisa coba racing simulator Gran Turismo secara cuma-cuma.








Namun kalau lebih suka otomotif yang lebih "bersahabat", coba aja ke lantai dasar. Layaknya sebuah pameran otomotif, kita bisa melihat berbagai teknologi yang diterapkan ke dalam mobil Toyota. Buat anak-anak, bisa juga coba permainan remote control yang dijamin seru abis. ^^



3. Ride Studio

Wahana Ride Studio memang ditujukan khusus untuk anak-anak. Saya sempat masuk sebentar di sana karena mau tanya lokasi History Garage. Jadi ya, ga sempat melihat aktivitas yang dilakukan anak-anak Jepang nan lucu tersebut ^^


Itu tadi tiga lokasi utama Mega Web yang dijamin memuaskan jiwa pecinta motorsport dan otomotif. Sebenarnya masih ada dua wahana seru lainnya, yaitu Fun Kart Ride dan Ride One. Sayangnya karena saya juga membagi waktu dengan wisata ke daerah Diver City Plaza, dua tempat tersebut ga terjamah sama sekali. #sedih


7 Hal Seru di Haneda

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 jam, akhirnya pukul 22.00 Waktu Jepang, saya menjejakkan kaki di Negeri Sakura untuk pertama kalinya dalam hidup. Bersama dengan Pak Nobon dan Pak Lubis, rekan Indonesia yang saya temui di pesawat, kami sama-sama antri dulu di bagian imigrasi. Untungnya sih antriannya ga terlalu panjang, mungkin karena emang bukan musim libur kali. Setelah kelar di imigrasi, kami ternyata disuruh nulis form bea cukai ketika memasuki sebuah negara. Isinya sih kurang lebih sama ketika kita mau masuk ke negara lain. Setelah kurang lebih 20 menit ngurusi form, akhirnya saya secara resmi TIBA DI JEPANG! Saya sejak awal memutuskan buat nginep di bandara, karena memang waktunya sudah terlalu larut, plus saya pikir transportasi umum sudah jarang pada jam 23.00 (kecuali kalau mau taksi yang tarifnya sampai satu juta buat jarak Haneda-pusat kota Tokyo). Pak Nobon akhirnya memutuskan naik taksi, sedangkan Pak Lubis udah dijemput sama rekannya.

So, itu tadi gambaran singkat tentang awal mula saya menjejakkan kaki di Jepang. Nah, di Bandara Haneda sendiri, kita bisa banyak lihat hal-hal menarik lho! Mau tau apa aja? Cekidot!

1. "Tempat Tidur" Gratis



Kalau kata teman-teman traveller, menginap di bandara bukanlah hal baru lagi sebenarnya. Selama tidak dilakukan di lantai atau tempat tempat yang mengganggu kenyamanan lalu lintas bandara, silakan aja cari spot buat beristirahat, terutama buat menunggu pagi hari. Nah di Haneda ini, selain kursi tunggu, sebenarnya kita bisa juga tidur di restoran-restoran bergaya tradisional Jepang yang ada di lantai 4. Saya sendiri waktu itu coba tidur di lantai 5, karena memang ruangan itu yang agak tenang dibanding lantai bawah yang sedang banyak petugas benerin area rumah makan.

2. Make A Wish in Haneda! 




Sepertinya tradisi "make a wish" mau ditonjolkan sejak awal para turis asing tiba di Haneda. Cukup membayar sekitar 100 yen, kamu bisa beli papan kayu yang berisi harapan kamu, baik buat keluarga atau keinginan lainnya seperti bisa balik ke Jepang lagi. Tapi, menurut saya pribadi sih lebih seru melakukannya langsung di kuil-kuil tradisional Jepang seperti Asakusa.

3. Plane Simulator



Di lantai 5, bagian Hot Room, (sebelah kiri ketika kita naik elevator) ada satu spot menarik, terutama buat anak-anak yang suka dengan pesawat terbang komersil. Sayangnya, ketika menemukan spot ini waktu masih menunjukkan pukul 07.00, plus saya harus mengejar bus ke Tokorozawa. Jadi ya saya cuma melewatkan spot ini sekenanya saja ^^

4. Plane Display


Di dekat simulator pesawat, terpampang berbagai jenis pesawat dari maskapai nomor wahid di negaranya masing-masing. Informasinya ada dalam bahasa Jepang dan Inggris, jadi ga perlu khawatir buat yang ga ngerti tulisan Kanji. Garuda Indonesia juga ikutan mejeng di sini lho! ^^


5. Suasana Tradisional Jepang


Salah satu alasan klasik turis asing ingin mengunjungi Jepang tentu saja ingin melihat bangunan tradisionalnya. Di Haneda, kamu bisa melihat gambaran bangunan tradisional tersebut dengan sangat keren. Dari mulai ukiran hingga lukisan-lukisan kuno ala era Sengoku (perang) ditata dengan apik di lantai 4 Bandara Haneda. Di lantai ini pula, terdapat banyak makanan, baik tradisional maupun modern. Harganya juga cukup terjangkau meskipun berada di kawasan bandara.


6. Mushola


 
Yap! Kamu ga perlu khawatir lagi kalo misal mau menunaikan ibadah sholat karena pihak pengelola bandara Haneda udah menyediakan Prayer Room. Lokasinya emang agak nyempil sih, pokoknya sebelah pojok kiri pusat informasi begitu sampai di lantai 3. Meskipun muslim adalah kaum minoritas di Jepang, kondisi mushola nya sendiri sangat bagus. Air buat wudhu nya ada pilihan air dingin atau panas, menyesuaikan kebutuhan di dua kondisi udara.


7. Suasana Pagi Hari 


Habis sholat subuh, ada baiknya balik ke lantai 5, di Observation Deck. Di sana kita bisa lihat dengan jelas matahari terbit dengan cantiknya. Kalau mau lihat lebih dekat suasana bandara, ada beberapa teropong yang bisa kita pakai cukup dengan memasukkan koin 100 yen. Kita juga bisa makan sambil menikmati suasana karena tersedia beberapa meja dan kursi di area tersebut.


Tuh, di Haneda aja udah seru. Gimana lagi di Tokyo nya? So, ikuti terus tulisan dari saya ya! ^^


Rabu, 09 Maret 2016

Hal-Hal Seru di Jepang!

Hi readers (atau apa ya panggilannya ya, udah lupa hehe)

















Setelah lama ga nulis, kali ini aku mau sharing berbagai hal seru yang udah aku alami selama trip 5 hari di Tokyo, Jepang. Berikut ini list yang seru-seru di seantero Tokyo

7 Hal Seru di Haneda

7 Hal Seru di Shibuya

7 Hal Seru di Asakusa

7  Hal Seru di Odaiba

6 Hal Seru di Akihabara

7 Toko Seru di Tokyo

7 Hal Unik di Tokyo

Mega Web, Atraksi Otomotif di Odaiba

Bahkan di Tokyo pun, banyak hal seru yang bisa kamu kunjungi dan lakukan, So, make sure baca-baca tulisan di atas ya ^^

Kamis, 08 Oktober 2015

Fashion Essence: Watch

Hi guys! After a loooong time, now I'm back. And this time, I would like to talk about one thing that recently pulls my interest; fashion. I do understand that for the whole 25 years I spend my time being too "geeky". As an adult man, it is very essential for us to be fashionable, for the purpose of confidence. To become a fashionable man or woman, many outfit can be worn, and one of them is wrist watch. To be honest, I used to prefer digital watch to fashion or formal watch. However, recently I tend to favor formal watch to raise my confidence especially in formal occasion. One day, my office mate recommends me one brand called Invicta Grand Diver.
From the yellow box, comes the true excellence of fashion watch. Invicta is made with solid material, with a state of the art design as well. The silver shining color is trully an essential have for fashion lover. Nevertheless, the size of the belt is quite long for those who has small wrist, so it is necessary for you to reduce the diameter. Due to the fact that I have small wrist, the circle of the watch seems to engulf my whole hand. If only it were smaller, I would certainly love Invicta Grand Diver.
Behind the watch, there is a sign "Water Resistant 200M". To prove its waterproof durability, I sank The Grand Diver watch to the shower room, and voila! The needle still worked normally. I did another waterproof test, by splashing it with water from shower. And there was no sign of irregularity. Still unsatisfied, I dropped the watch 3 times to the floor, and surprisingly there was no scratch at all!
Overall Invicta Grand Diver is perfect for fashion lover who also love challenge. Its durability ensures your life adventure to be as fashionable as possible, and also as thrilling as possible!

Minggu, 13 Juli 2014

Cyberpunk: Fenomena Fiktif yang Nyata

(Banyak sekali pendapat mengenai pengertian cyberpunk. Dalam tulisan ini, saya akan mengambil terms cyberpunk yang merupakan salah satu sub-genre fiksi ilmiah dalam game, novel, animasi, maupun film. )

Percaya tidak percaya, telah muncul tanda-tanda dari sebuah era yang dalam dunia fiksi disebut cyberpunk. Memang kalau dibandingkan dengan dunia yang ada di berbagai karya fiksi seperti Neuromancer, Akira, Blade Runner, maupun Deus Ex, situasi yang ada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan suasana yang begitu high-technya;  paling tidak fenomena-fenomena lazim yang ada dalam dunia fiktif seperti body enhancement dan cyberbrain belum selazim ketergantungan kita terhadap smartphone, pc, dan internet. Namun, dampak yang timbul dari ketergantungan tersebut kurang lebih sama seperti yang digambarkan dalam berbagai karya cyberpunk.



Donald M. Hassler dalam bukunya yang berjudul New Boundaries in Political Science Fiction mengaitkan fenomena perkembangan teknologi dan informasi secara cepat dengan degradasi sosial yang terjadi setelahnya. Biasanya, terjadi kesenjangan ekonomi antara kaum borjuis dengan masyarakat kelas bawah. Anehnya, meskipun tergolong masyarakat kelas bawah, mereka masih mampu untuk memiliki dan mengakses berbagai macam informasi dan teknologi. tentu aja, kualitas teknologi dan informasi yang didapat berbeda dengan mereka yang tinggal di apartemen mewah. Software dan hardware telah menjangkau semua kalangan, persis seperti keadaan saat ini dimana smartphone dan touch screen nya bukan lagi barang mahal seperti 7 tahun silam.

Mereka yang doyan bersosial media dan berselancar di dunia maya telah banyak digambarkan dalam berbagai cerita cyberpunk sejak era 80an. Gambar komputer yang ditanam di otak ini mungkin dianggap berlebihan bagi sebagian masyarakat. Namun, sadarkah kita bahwa fenomena ini bisa saja terjadi di masa depan? Saat ini, banyak dari kita yang benar-benar tidak bisa berpisah sedetik pun dari gadget yang dimiliki. Daripada repot bawa banyak gadget, mending ditanam di dalam tubuh saja biar praktis, bukankah begitu? :)

                          
                                                           Google creating Cyberbrain? Who knows? :)

Jika penanaman chip komputer ke otak tetap akan terasa mengerikan, hal yang masih mungkin dikembangkan saat ini adalah perangkat VR (Virtual Reality). Dengan perangkat mirip kacamata selam, kita bisa mengalami sensasi semu yang nampak begitu nyata; kita bisa merasakan hembusan angin ketika berada di sebuah gunung virtual. Pun kita akan merasakan kesakitan jika sedang bermain game online bersama teman-teman. Sudah tidak sabar ingin mencicipi VR? Kalian tidak perlu khawatir karena raksasa IT Google dan Facebook tengah bersiap melepas Glass dan Oculus Rift nya ke pasar bebas.

Pesatnya arus informasi dan perkembangan teknologi tentu akan berbahaya bila tidak ada yang mengatur. Dalam berbagai karya fiksi, terdapat mega korporasi yang mengatur teknologi tersebut, seperti OmniCorp dan Sarif Industries dalam RoboCop dan Deus Ex: Human Revolution. Saat ini, mega korporasi pun tengah berlomba-lomba untuk menghasilkan berbagai jenis produk teknologi dan informasi; dari mulai gadget sehari-hari hingga teknologi baru yang mustahil ada di benak banyak orang, seperti VR.

Tidak ada yang tahu jawaban yang pasti, kapan teknologi tersebut akan menjadi nyata. Satu hal yang pasti, meskipun tidak seperti dalam film, suatu saat mereka akan hadir di tengah-tengah kita dan kita sebagai manusia mau tidak mau akan menerimanya sebagai suatu kebutuhan, layaknya internet saat ini dimana pada era 90an merupakan hal yang sangat eksklusif. :)













Senin, 14 April 2014

Tenggelam dalam Lautan Fiksi (Part II: Those Who Never Fails to Amuse Me)

Selain game, film adalah teman fiktif kedua ku kalau lagi sendirian. Aku pribadi sebenarnya ga mempermasalahkan siapa yang membuat/ memerankan film tersebut. Selama jalan ceritanya enak diikuti, so pasti aku tonton. Nah, kalau bicara soal preference, aku punya empat sutradara (ga semuanya full sutradara, ada juga yang ngerangkap posisi lain seperti chara design) yang entah kenapa selalu berhasil bikin aku gampang notice ciri khas masing-masing. Berikut ini sutradara yang dimaksud plus gaya khas bikin film nya: 

1. Quentin Tarantino

Sebagian besar orang sudah ga asing sama saga Kill Bill Vol 1 dan 2. Sutradara asal Tennessee, Amrik ini sebenarnya ga cuma dikenal berkat aksi seorang Beatrix Kiddo dalam membalaskan dendamnya terhadap mantan pacarnya ini doang lho! Jauh sebelum Kill Bill, Quentin Tarantino udah bikin film-film dengan alur dan gaya cerita yang nyeleneh, seperti Reservoir Dogs, Pulp Fiction, dan Jackie Brown. Dari segi pemilihan tema, Quentin Tarantino bukanlah sutradara yang suka membuat dunia yang terlampau fiktif; everything that happens/ happened around us is more than enough. Dengan sentuhan emasnya, dia bisa membuat jalan cerita yang unik, bahkan diluar nalar orang pada umumnya, seperti seorang stunt driver yang ternyata adalah pembunuh dalam Death Proof. Oh ya, komedi satir plus segmentasi film ke dalam beberapa chapter adalah ciri khas doi di beberapa filmnya. 

So, kata kunci buat sutradara berusia 51 tahun ini adalah: unusual plot

2. Mamoru Oshii
Sebenernya aku ga terlalu tahu ciri khas sutradara ini kalau dia ga team up sama Kenji Kawai sebagai music composer nya. Film pertama yang aku tonton adalah Patlabor the Movie. Kesan yang aku tonton pas nonton film nya benar-benar beda sama apa yang aku dapat dari serial tv nya; suasana cerita bener-bener, how should I put it, semi-dark, relaxing, dan ketegangan cerita yang dibangun secara perlahan-lahan. Ga cuma Patlabor aja, film-film lain seperti Ghost in the Shell, Jin Roh, dan Assault Girls pun seolah punya nuansa yang sama, meskipun tema dan setting ketiga film tersebut jauh berbeda. Mamoru Oshii berusaha menampilkan unsur realisme yang dipadu dengan imajinasi dalam karya-karyanya. 

Kata kunci buat menggambarkan salah satu sutradara anime veteran ini adalah: atmosphere making


3. Shotaro Ishinomori
Bisa dibilang, beliau adalah salah satu mangaka generasi awal yang cukup berpengaruh hingga saat ini. Shotaro Ishinomori terkenal lewat karya-karya legendaris seperti Cyborg 009 dan Kamen Rider. Dua judul tersebut sebenarnya sudah bisa merepresentasikan ciri khas dari karya-karya beliau; manusia dengan kekuatan super. Tengok saja karya-karya lainnya seperti Inazuman dan Kikaider yang kental akan nuansa rekayasa teknologi. Musuh dari sang jagoan utama kebanyakan berwujud organisasi rahasia dengan tujuan utama yang masih cukup absurd di awal-awal cerita, sehingga menciptakan kesan horor juga mewarnai di hampir semua karyanya, seperti di Skull Man. Oh ya 1 lagi, most heroes wear scarf!

Ga berlebihan rasanya kalau kata kunci yang tepat buat Shotaro Ishinomori adalah: realm making

4. Keita Amemiya
Jauh sebelum Garo, beberapa dari kita udah pernah nonton Choujin Sentai Jetman di TV. Keita Amemiya berhasil bikin serial sentai yang dibumbui konflik personal dan cinta segitiga antar karakter utamanya, padahal target penonton utama serial yang diadaptasi ke US jadi Power Rangers ini  adalah anak-anak! Tapi menurutku, bukan itu kekuatan utama sutradara yang kerap tampil mengenakan topi hitam ini. Dia ahli menggabungkan hal-hal berbau etnis tradisional dan futuristik ke dalam karya-karyanya. Kombinasi tersebut bisa dilihat dalam Zeiram, Mirai Ninja, serta franchise yang masih on going hingga sekarang, Garo dan Gouraigan.


Hampir sama dengan Shotaro Ishinomori, kata kunci yang bisa disematkan kepada Keita Amemiya adalah: realm making


Minggu, 16 Maret 2014

Melepaskan Lelah...(Part I)


Evening, all!

Pernah gak kalian ngerasain sebuah pengalaman yang bikin kalian terkagum-kagum, sampai-sampai segala macam penat yang dialami sebelumnya tu ilang gitu aja? Minggu kemarin, aku baru aja ngalamin hal itu. Thanks to my friend, Indah Febbriani aka Nyoro, I saw something that's quite rare to see in the metropolis like Jakarta. Aku sendiri masih heran, ada ya tempat macam Kepulauan Seribu di Jakarta? (lol, maklum orang rumahan yang sedang berusaha melihat dunia :malu:)




Pagi-pagi buta aku udah sampai di Stasiun KRL Pondok Jati buat nunggu kereta. Begitu kereta dateng, langsung aku melenggang ke dalam salah satu gerbong. Padahal masih pagi-pagi buta, tapi udah banyak aja orang yang naik kereta. Hari Sabtu pulak. Pada mau kemana sih? (abaikan)

Jugijagijugijagijug


Sialnya, gara-gara belum kencing, terpaksa aku turun di Senen dan nunggu kereta berikutnya yang ke arah Duri! Telat nih! Untungnya sih mas korlab nya mau sabar nungguin kami sampai di masjid dekat tempat pelelangan ikan. Jadi kami agak tenang meski harus gonta ganti angkot. (sekedar tips. Mending kalau ada temen yang punya mobil, you better ask your friend to drive to go there together! Sumpah susah bener harus gonta ganti angkot. Mana habis Rp. 15.000 pula buat sampai ke tempat pelelangan ikannya.)

Sampai di tempat, ternyata masih aja yang telat gitu. As expected Indonesian. Well, tak apa lah, yang penting molornya ga lama-lama amat #eh

Sekitar jam 9 pagi, kapal pun meninggalkan dermaga, menuju pulau pertama, yaitu Pulau Kelor!..



#bersambung

#lagimalesnulisajasihsebenernya






















Sabtu, 08 Maret 2014

Kerinduan Sepasang Bola Mata


 Dulu, sepasang bola mata cukup sering menyaksikan pemandangan serba hijau tersebut.

Terkadang, keduanya bosan dengan alam yang menyajikan kesejukan tiada tara anugerah Sang Maha Kuasa.


Kini, setelah keduanya terkekang dalam pilar-pilar penembus angkasa, rasa rindu pun semakin tak tertahankan untuk menikmati pemandangan serba hijau yang dulu mereka anggap membosankan.

Syukurlah, sepasang kekasih dapat kembali bercinta dengan nikmatnya, di tengah-tengah pemandangan yang tak mungkin ada di pilar-pilar simbol egoisme tersebut.

Sabtu, 01 Maret 2014

Tenggelam dalam Lautan Fiksi (Part I: Video Game)

Seberapa sering sih kita menikmati sebuah karya fiksi (bisa berwujud komik, novel, film, serial, atau video game) sampai-sampai kita ngerasa menjadi karakter utamanya? Kalau bisa sampai seperti itu, kita bakal betah berlama-lama menikmati setiap pengalaman atau sensasi yang ada. Aku pribadi juga pernah ngalamin hal kaya gitu, misalnya main sebuah judul game. Saking bagusnya gameplay dan ceritanya, sampai-sampai ga kerasa kalau waktu udah berlalu sekitar 5 jam semenjak pertama kali mulai menikmati (jarang-jarang aku bisa kek gitu :p). Kali ini, aku mau share beberapa judul game yang bisa menimbulkan efek immersion (bahasa manusianya, aku sebagai player bisa seolah-olah masuk ke dunia fiktif itu). Untuk tulisan pertama ini, aku bakal sebutin dari franchise secara keseluruhan atau beberapa judul saja yang kuanggap keren.

1. Metal Gear Series

Ga usah ditanya lagi kalau franchise buatan Hideo Kojima ini selalu mendapatkan pujian dari berbagai kalangan gamers. Unsur storyline, cinematic cutscene, easter egg, serta gameplaynya sudah memuaskan para fansnya. Aku sendiri kenal Metal Gear dari Metal Gear Solid, yang lalu diterusin dengan judul-judul lainnya (baik canon maupun spin-off) sampai yang terakhir, Metal Gear Rising. Hal-hal yang bikin aku tenggelam adalah cutscene dan berbagai macam misteri yang ada di setiap judulnya. 

2. Front Mission 3 

Buat yang ngefans sama tipikal JRPG klasik, mungkin kamu dulu pernah main Front Mission 3, entah berhenti di tengah jalan atau bahkan namatin kedua skenario. Meskipun kalah tenar sama FF VII dan VIII, Front Mission 3 mendapat respon positif di eranya (bahkan mungkin sampai sekarang). Aku berhasil ditenggelamkan oleh cara kita mengungkap berbagai misteri yang ada, yaitu lewat...internet! Fitur network yang ada di FM 3 tu selain bisa buat update berita-berita di FM 3 realm, kita juga bisa dapetin barang2, mulai dari wallpaper desktop, sampai....super wanzer! (ups spoiler)

3. Ace Combat 3 (Jap Version)

Kok cuma yang versi Jepang? Beberapa orang menganggap versi US dan Eropa benar-benar sebuah kegagalan. Narasi cerita yang ada di versi aslinya dihilangkan begitu saja oleh Namco. Karena penasaran, aku nyoba versi Jepangnya 2 tahun yang lalu. Emang bener, Ace Combat 3 versi Jepang ada cerita yang ga sekedar cerita! Sebagai AI (Artificial Intelligence), kamu disuruh untuk memilih salah satu kubu yang nantinya akan memiliki ending berbeda-beda. Caranya milih kubu pun lumayan unik; di bagian akhir dari beberapa misi, kamu bakal disuruh ngikuti jalur antar beberapa karakter yang berasal dari kubu berbeda. 

4. Ace Combat Zero

Feel yang didapat pas main Ace Combat Zero adalah real warfare. Padahal, setting negara dan angkatan bersenjatanya sama sekali ga ada di dunia nyata. Perpaduan antara keduanya plus cerita dan misi yang menegangkan berhasil bikin aku replay gamenya beberapa kali. 

5. Ghost Trick: Phantom Detective

Game yang dikembangkan oleh tim yang juga membuat Phoenix Wright ini sempat aku remehin. Soalnya jujur, puzzle is not quite my type. Tapi dugaanku salah total setelah ngikutin jalan cerita yang super epic, plus plot twist yang bener-bener ga disangka-sangka! The game itself is a must play!

6. Dishonored

Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan pula untuk namatin sebuah misi di Dishonored. Game besutan Bethesda ini benar-benar mancing pemainnya buat eksplorasi setiap sudut ruangan. Selain melewati jalan yang berbeda, kamu juga bisa nyelesaiin semua misi dengan berbagai metode, dari yang paling aman (tidak membunuh sama sekali) sampai membunuh semua penjaga dan target yang ada. Semua fitur itulah yang bikin aku betah nongkrong berjam-jam di depan laptop. :>

7. Gran Turismo 2, rFactor, dan Racing Sim lainnya

Banyak orang tanya ke aku, apa sih asyiknya racing sim? Mau belok aja susah banget. Sebenarnya kalau mau latihan, racing sim tu ga kalah asyik sama arcade sim, lho. Aku sendiri mulai kenal dunia racing sim dari Gran Turismo 2, F1 Challenge, sama WSBK 2001. Dari situlah aku kenal judul-judul lainnya. Tantangan yang harus dihadapi pada kebanyakan racing sim adalah saat memasuki tikungan. Presisi titik pengereman dan saat menggerakkan kemudi dipadu dengan konsentrasi utuh sepanjang balapan bikin aku pribadi betah untuk menaklukkan sirkuit demi sirkuit. 

Selasa, 17 Desember 2013

Oranye dalam Secangkir Teh

Dimanakah bisa  kutemukan cahaya itu?

Ku arahkan pandanganku ke jendela kaca. Menara-menara kehidupan perlahan berubah warna kuning ke oranye-oranyean. Pantulan warna itu terlihat epik. Jarang bisa kutemui pemandangan seperti ini, terutama saat air kehidupan senang menghampiri kita.

Kualihkan pandanganku ke bawah, batu hitam itu pun lama-lama berubah ronanya bagaikan tujuh warna di angkasa. Hanya saja, ada sedikit efek hitam keabu-abuan yang mengganggu rona tersebut. Dalam rona tersebut, bisa juga kudengar nada-nada sumbing yang mungkin bisa memecahkan gendang telinga ini.

Sial, apa yang aku kagumi di atas sungguh berbeda dengan yang terjadi di bawah. Apa yang salah dengan semua ini? Bukan! Bukan cahaya itu yang tengah ku cari. Bukan hanya cahaya yang terrefleksikan pada menara-menara kehidupan tersebut! Aku sedang mencari sebuah cahaya kehidupan yang sesungguhnya.


Jumat, 13 Desember 2013

Secangkir Kehidupan

Dua orang sohib dekat, Budi dan Hafiz tengah asyik bercengkrama di ruang istirahat kantor saat istirahat siang. Keduanya tengah menyantap bekal yang sudah dibawa dari rumah, sambil menunggu dua kopi susu yang akan diantarkan oleh salah seorang OB.

Tak lama kemudian, dua cangkir yang berisi kopi tersebut tersaji tepat di hadapan mereka. Namun, ekspresi aneh ditunjukkan oleh sang pecinta kopi, Hafiz. Dia nampak mengernyitkan dahi, merasa keheranan dengan warna kopi yang sedikit lebih hitam daripada biasanya. Setelah sadar pesanannya tidak sesuai dengan yang ia inginkan, dia segera mencegah Budi untuk meminumnya, namun sayang....

"Anjrit pahit banget!" Budi menyemprotkan minumannya ke samping.

"Yah, mau bilang kalau ini bukan kopi susu".

"Ah, gimana sih mas Jamal?! Biasanya kan selalu bikin kopi susu, ini ada yang kurang ini gimana nih?!"

Hafiz pun berusaha menenangkan teman yang telah bersamanya sejak SMA tersebut. Namun nampaknya Budi masih kesal dan mengutuk mas Jamal. Seolah-olah, Budi tidak punya cara lain untuk memecahkan masalah selain menyesalkan sedikit kekeliruan yang dilakukan Jamal.

Sejenak kemudian, Hafiz mengajak Budi ke dapur.

"Bro-bro udahlah bro. Ayo kita ke pantry aja! Aku masih ada kreamer, gula, sama susu bubuk putih. Mumpung kopinya masih panas, ditambahi aja biar jadi lebih manis."

"Tapi bakal ada bubuk yang ga larut bro"

"Ya tinggal diaduk agak lama aja. Trust me, nanti bakal larut kok!"

"Yah..okelah bro"

Keduanya lalu bergerak menuju pantry untuk menambahkan beberapa sendok kreamer dan gula, agar kopi tersebut terasa lebih manis. Hidup pun kadang terasa seperti kopi hitam. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menambahkan kreamer, gula, atau susu, kan?



ps: rasanya peribahasa "Nasi sudah menjadi bubur" hanya untuk mereka yang gampang menyerah. Bubur aja masih laku dijual kalau ditambah macem-macem lauk.




Rabu, 04 Desember 2013

Siasat Kotak Coklat

Padang gurun tak bernama; 1200 hours. 

"Komandan, penjagaan benteng ini sungguh ketat. Sepertinya kita tak punya celah untuk masuk dan menembus garis pertahanan mereka. Apa yang harus kita lakukan?!" Seorang prajurit nampak kebingungan menghadapi situasi ini. Sang komandan dengan dog tag bertuliskan "Freddy" awalnya akan menggunakan siasat serang "Segitiga Emas". Namun setelah tahu bahwa benteng tersebut dijaga dari empat sisi, Freddy memutuskan untuk menggunakan siasat serang"Kotak Coklat"; sebuah siasat serang menggempur empat garis pertahanan musuh,  begitulah kira-kira inti siasat ini.

Berganti siasat perang bukanlah hal baru bagi komandan yang telah membela negaranya selama tujuh tahun lebih. Ia selalu siap dengan berbagai macam skenario perang, termasuk usaha merebut markas musuh kali ini.  Sebelum mengatur posisi, Freddy meyakinkan pasukannya bahwa siasat Kotak Coklat ini ibarat hadiah kejutan yang akan memporak-porandakan pertahanan musuh. Segera setelah semua siap di posisi masing-masing, Freddy pun memberi aba-aba untuk memulai penyerangan. Belum sempat dia berkata serang, salah satu anak buahnya memanggilnya dengan nada panik. 

"Komandan, ada panggilan dari markas untuk anda!"
"Sambungkan segera ke codec milikku, prajurit!"
.....

"Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing"

"Freeeed...aku ada di depan rumah kamu nih. Ke sini dooong...Aku mau kasih sesuatu buat kamu,...."

Suara manja itu segera menggerakkan Freddy dari tempat tidur. Segera ia letakan novel "Hell's Warfare" itu ke kasur dan ia pun bergegas menemui Sally, pacarnya tercinta. Ternyata, Sally memberi Freddy sebuah hadiah ulang tahun yang dibungkus kotak kecil berwarna coklat. 






Rabu, 24 Juli 2013

10 Years Ago, In the Same Month...

Alhamdulillah, kurang lebih kita sudah memasuki hari ke 16 dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1434 H. Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk bisa melaksanakan berbagai amalan baik di bulan penuh berkah ini hingga tiba hari raya nanti. Amin :)

Dalam kalender masehi, tahun ini adalah tahun 2013, dan sepuluh tahun lalu adalah tahun 2003 (youdontsay). Setelah saya ingat-ingat lagi, ternyata pada tahun dimana saya masih duduk di kelas 2 SMP tersebut, tepatnya di bulan Ramadhan, untuk pertama kalinya saya berhasil menamatkan beberapa judul game tepat dalam waktu satu bulan! Game-game yang berhasil saya tamatkan waktu itu adalah:

1. Ace Combat 3: Electrosphere

2. Army Men: Air Attack 2

3. Action Man: Mission Extreme

Awalnya sih karena iseng pengen mengisi waktu senggang di waktu subuh sebelum berangkat ke sekolah, nyoba Ace Combat 3 dulu. Eh tahu2 keterusan beli Army Men Air Attack 2 sama dapet pinjeman dari temen Action Man. Jadi deh akhirnya main ketiga nya di waktu yang kurang lebih bersamaan. Kalau ga salah aku main Ace Combat di waktu subuh dan Action Man ma Army Men nya pas habis pulang sekolah. 

Pas pertengahan Ramadhan, aku ditunjuk jadi salah satu panitia bakti sosial SMP. Okelah ga papa, daripada nganggur di rumah (waktu itu kalau ga salah sekolah dah pada libur). Seharian aku sama temen-temen keliling kampung yang ada di belakang SMP buat bagi-bagi beras buat mereka yang membutuhkan. Setelah kerjaan kelar, salah satu guruku, Pak Sugeng manggil aku dan teman-teman lainnya. Beliau berkata:

"Ni buat kalian, itung-itung imbalan atas jerih payah bantu-bantu baksos hari ini"

Meskipun cuma sekitar Rp 4.000 rupiah, tapi ya namanya anak SMP waktu itu yang uang saku aja ga ada 3000 rupiah perhari tentu udah seneng banget XD. Tanpa pikir panjang, pas hari itu juga, aku langsung meluncur ke Pangestu (salah satu toko game yang cukup terkenal saat itu di Solo) buat beli salah satu game PS1 yang judulnya

4. Assault Retribution
Dan game ini pun bisa tamat hanya dalam waktu kurang lebih H+4 setelah beli. Hmmmm....

Kadang aku heran dengan masa itu. Kok bisa ya dalam waktu kurang dari sebulan bisa namatin, baca NAMATIN empat game dalam waktu yang berdekatan kurang dari satu bulan? Sekarang tu rasanya susaah bener buat konsen bener2 di game. Kemungkinan gede sih karena studi (semasa SMA dan kuliah) dan kerja (sekarang) sama adanya hobi lain yaitu nonton serial/ film yang bikin waktu lumayan tersita. Sekarang dah syukur deh kalau bisa namatin game yang dimainin. (:v) 

Sepertinya, masa itu adalah masa pengantar aku mulai mengenal berbagai macam cabang pop culture, yang dimulai dari video game yang penuh dengan realita virtual. 


Minggu, 30 Juni 2013

Koi no Hajimari wa, Majijo Teppen ni Yukuze!

(Fanfic pertama ku tentang musisi vs musisi. Dialog diambil dari kedua lagu tersebut, dengan sedikit editan. Credit to SCANDAL & AKB48)
            Suatu hari, Rina Suzuki menyukai seorang pria. Namun, dia tidak PD dengan berat badannya. Dia pun meminta saran Haruna Ono untuk menyemangatinya dalam berdiet. Di suatu sore, ketika tengah berdiet, mereka tiba-tiba bertemu dengan segerombolan yankee (berandalan) cewek usia SMA. Ketegangan pun memuncak!

Rina               : Yooshi, kyou kara DAIETTO ganbaruzo?!
Mukuchi        :atashi mo, iku!
Haruna           : N~, mazu, nani sun no?

Rina               : Iroiro zasshi katte kita kara, toriaezu jouhou wo, eru!
Ookabuki       : Are are... Masaka, wo wasure ja nai deshou ne?
Kokabuki       : Kabuki shisutaazu, sanjou!
Ota                 :omee-tachi ni ikaseru wake ni wa ika neen da yo

Rina              :Issho ni ikou~ yoo!

Haruna          :Ee, ii yo watashi wa
Rina              : Ikou yo! 
Haruna          : Iitte
Rina:             :A, jaa okashi to JUUSU katte kite?
Haruna:         : Mou ii kara soto hashitte koi yo
Nezumi          :Rina gundan vs Kabuki Sisters nee...
                      Semai kaidan, butsukatte morai mashou ka?




dialog 2:

Rina           : N~ zenzen hettenai. Konna’n chau, konna’n chau no ni!

Yuuko        :Rina! Maji no imi wo oshiete yaru yo

Haruna        :Sorya sou desho. Sonna kantan ni yasetara dare mo kurou shimase~n
Rina            :Zettai okashii wa!
Haruna        :Okashiku nee yo
Rina            :Kono kagami yuganderu wa!
Haruna        :Yugande mase~n!

Gekikara     :fufufu... Nee, okotteru?

Rina            :Kono kamera mo koware teru wa!
Haruna        :Mou ii kara soto hashitte koi tte"
Manamana   :shouga nee naa... Yaccha imasu ka?
Erena           :anta-tachi ga nikui!

Rencana diet pun berubah menjadi sebuah pertarungan memperebutkan harga diri!

(sori kalau garing :v)


Rabu, 26 Juni 2013

Ngenet vs Ngegame: Tenggelam di Dunia Maya

Wait...sebelumnya saya ga bermaksud buat membanding-bandingkan mana yang lebih baik antara browsing-browsing dan main sebuah game. Keduanya sama-sama punya manfaat sebenarnya. Namun, keduanya juga sama-sama berpotensi menimbulkan kerusakan fisik dan mental bila dilakukan secara berlebihan. Saya kali ini cuma pengin menjabarkan apa saja sih kelebihan dan kekurangan masing-masing kegiatan. Terdengar outdated? Mungkin video ini akan membuat anda tersenyum-senyum (atau mungkin terkejut?) Well, just check it out!


Kaget? Tapi itulah kenyataan yang terjadi di diri kita. Smartphone di tangan kanan, tablet di tangan kiri, BB di atas meja, serta sebuah laptop canggih yang HANYA DIGUNAKAN untuk browsing berbagai macam informasi yang sering tidak kita butuhkan, update status/ ngetwitt: "Duch, aku lagi kurang gizi nih. Tepar seharian belum makaaan", atau yang lebih parah, ngepoin lawan jenis! Hal-hal yang anda lakukan dalam satu waktu tersebut sebenarnya merupakan salah satu konsekuensi dari information overload. Sewaktu kuliah, saya pernah diterangkan bahwa arus informasi yang deras dan cepat tidak sepenuhnya baik bagi kita audiens. Sama seperti  yang ada di video tersebut, kita justru sering tahu berbagai macam informasi yang sebenarnya menarik untuk diketahui, namun bila jumlahnya banyak, otak kita akan mengalami yang namanya information overload. Mungkin beberapa dari anda (termasuk saya juga) pada masa-masa awal penggunaan internet sempat yakin bahwa "ah, semua informasi kan sudah ada di internet! tinggal googling aja, pasti aku akan jadi lebih pinter!"

Cobalah kita renungkan lagi! Apakah iya arus informasi yang kebanyakan justru tidak kita butuhkan, namun tiba-tiba muncul di newsfeed tersebut membuat kita menjadi lebih tahu? Coba cek kembali kondisi anda setelah "menyerap" semua sumber informasi tersebut! Jika otak dan diri anda menjadi tidak fokus setelahnya, ada kemungkinan besar anda sedang terjangkiti information overload tersebut. Sama persis seperti tayangan tersebut, kita cenderung suka untuk mencari tahu tentang BERBAGAI MACAM HAL pada SAAT YANG BERSAMAAN. Pemicu nya pun juga bukanlah hal yang besar, seperti misalnya ada salah satu teman yang update status/ share/ posting gambar tentang isu X. Disadari atau tidak, anda akan mencari tahu X lebih dalam, berkomentar, ataupun melakukan hal lain terkait X tersebut. Dalam waktu katakan satu jam saja, anda mungkin bisa melakukan hal tersebut pada 5 isu berbeda! Bandingkan ketika pada masa sekolah, anda pasti benar-benar ditekankan oleh orang tua/ guru untuk hanya BELAJAR/ BERLATIH SATU MATERI saja dalam jangka waktu tertentu. Memang terdengar membosankan, namun justru itulah cara yang ampuh untuk melatih konsentrasi dan daya fokus kita.

Lantas, apakah dengan bermain game kita bisa terhindar dari hal tersebut? Jawabannya bisa ya, bisa tidak, tergantung bagaimana anda bermain. Namun, secara basic, ketika kita bermain sebuah game, otak kita akan cenderung untuk fokus pada objek utama di game itu. Dengan otak yang fokus, sebenarnya kita bisa terlatih untuk melakukan hal yang sama di dunia nyata, baik ketika bermain terlebih ketika sedang bekerja. Saya sengaja tidak menjabarkan lebih lanjut tentang hal ini karena sudah banyak penelitian di luar sana yang membeberkan baik manfaat maupun kerugian bermain video game. Silakan google, atau akan lebih baik bila anda mendatangi perpustakaan dan mencari sumber literatur yang terpercaya tentang hal ini.

Yah..semua memang kembali kepada kita masing-masing. Saya memang sengaja menyinggung kegiatan "browsing-browsing" lebih banyak karena pada kenyataannya, lebih banyak dan lebih lama orang browsing daripada orang ngegame. Ironisnya, sebagian besar dari mereka merasa hebat dan suka ketika tenggelam dalam information overload tersebut. Parahnya lagi, manner di dunia maya tidak bisa dijunjung sehingga menyebabkan banyak orang yang aslinya pendiam mendadak menjadi sok berkuasa dan sok elit di dunia maya, baik game/ internet. Oke..lupakan soal perilaku dunia maya, akan jadi tambah panjang bila dibahas di sini. Namun bagaimanapun juga. alangkah lebih baik bila kita kembali belajar untuk fokus pada satu hal di satu waktu, dan hal lainnya di lain waktu. Bila kita tidak punya waktu banyak, ngegame pun sebenarnya tidak masalah, selama kita mampu mengontrol diri dan gak berlebihan.

PS:
One tip for me. To be focus, try to create something, and maximize it!!

Selasa, 09 April 2013

Some Artworks Made by Me...

Hi all

dah lama ga update blog, jadinya berdebu kan?

#ambilsulakbersih2debu :v

Sejak masuk di Agate Jogja, entah kenapa jadi tambah getol gambar. Yah, walau gambar ku ga se pro mereka para artis, tapi menurutku sudah lumayan lah..

Here they are some of my artworks (some of them can be used for the game projects, :p)











Kamis, 28 Februari 2013

Racing Simulation = Life Simulation


This is Your Hope!




Halo semua...
            Udah lama banget aku ga mencurahkan pikiran dan pengalamanku lewat tulisan ini. Yah, bisa dibilang agak males, karena beberapa hal seperti ngurusi hari pertama kerja, dan sebagainya :p Syukurlah, kali ini sepertinya aku kembali masuk ke industri kreatif untuk yang kedua kalinya, video game developer. Sebagai game designer, mau ga mau aku harus memahami berbagai macam karakteristik genre video game yang sudah ada sebelumnya, terus ngembangin sebuah konsep dasar permainan.
            Untuk mengisi kepenatan setelah bekerja, aku kembali menyelami permainan racing sim rFactor. Entah bisikan dari mana, aku tertarik untuk join race online yang diadain sama IndoWebHost Kreasi sama Komunitas Balap Online. Sejauh ini sih sebenernya baru dua kali ikut race. Dan yah..namanya juga pemula, pasti masih ada cacat sana sini; debut balapan ga finish, terus race ke dua cuma P7. Tapi, entah kenapa aku jauh ngerasa lebih puas daripada finish P1 tapi cuma lawan AI.
            Well, sebenernya esensi dari balapan online itu menurutku sama persis dengan esensi kehidupan manusia pada umumnya (weee...seriusmode.jpg). Sebuah sirkuit merupakan pencerminan dari sebuah harapan maupun mimpi setiap individu. Hampir setiap pembalap tentu ingin menjadi yang tercepat di sirkuit tersebut. Untuk meraihnya, mau tidak mau mereka harus menaklukan semua tikungan yang ada. Tikungan-tikungan yang ada di sirkuit merupakan tantangan-tantangan kehidupan yang harus dilalui setiap manusia demi tercapainya sebuah kesuksesan. Dalam sebuah balapan, terlebih-lebih kelas world grand prix, para rival seorang pembalap tentu memiliki pengalaman yang sama tinggi, bahkan lebih tinggi daripada pembalap tersebut. Hal yang sama persis juga kita rasakan ketika banyaknya orang lain yang juga ingin meraih harapan/ mimpi tersebut.
            Masing-masing pembalap memilik gaya mengemudi/ mengendarai tersendiri ketika melibas setiap tikungan yang ada. Setingan masing-masing tunggangan pun juga hampir mustahil untuk bisa sama persis. Manusia pun juga demikian, mereka punya masing-masing cara untuk berjuang dalam kehidupannya. Ketika sama-sama ingin meraih sebuah harapan, mungkin manusia A unggul dalam hal pengalaman dan materi dibanding dengan manusia B. Namun, bukan berarti juga manusia B tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk meraih hal tersebut. Selama dia mau belajar dan menimba pengalaman lebih banyak, aku yakin B bisa mengungguli A suatu saat nanti.
            Tak jarang juga, ketatnya persaingan antar pembalap menyebabkan terjadinya senggolan antar pembalap ketika sedang terjadi aksi saling menyusul di lintasan balap. Sayangnya, senggolan tersebut bisa berarti sebuah pelanggaran, bisa juga bukan, tergantung dari keputusan steward terhadap insiden tersebut. Ketika katakan, seseorang ingin menjadi kaya, ada yang menggunakan cara-cara kurang terpuji, misal merampas harta orang lain atau korupsi. Namun, kejahatan yang mereka lakukan sering tidak mendapat hukuman yang setimpal.
            Ketika seorang pembalap bisa menaklukkan sebuah sirkuit dan unggul atas lawan-lawannya setelah berjuang dengan keras, tentu P1 adalah hadiahnya. Selain itu, reputasinya dimata pembalap dan aktivis balap lainnya tentu akan meningkat. Sensasi tersebut sepertinya sama ketika kamu berhasil mendapatkan apa yang kamu impikan setelah berjuang dengan baik. Tapi, namanya juga balapan tentu "harus ada" yang mengisi P2-P terakhir sendiri. Apakah mereka lantas layak dicap sebagai pembalap buruk? NO WAY! Masih banyak sirkuit-sirkuit dan musim-musim lainnya yang menunggu mereka. Atau katakan kalau sudah tidak betah di satu ajang balapan, masih ada kesempatan untuk menjadi jawara di ajang lainnya. Yah, seperti itulah lika liku kehidupan. Kalau kita berhasil, syukuri dan minimal pertahankan pencapaian. Kalau gagal meraih sesuatu yang diinginkan pun, pasti kamu masih dapat hal lainnya seperti pengalaman baru atau mungkin sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kamu perjuangkan sekarang. Ketika seseorang memutuskan untuk memperjuangkan hal lainnya pun, sebenarnya itu bukanlah menjadi masalah, selama dia benar-benar mempertimbangkan baik buruknya keputusan tersebut, baik bagi dirinya maupun orang lain. Tetap saja, kunci dari itu semua adalah, sama seperti menguasai sebuah tunggangan; KEEP TRYING AND IMPROVING.
            Yah...kurang lebih seperti itulah filosofi balap simulasi (sebenarnya kejuaraan balap beneran pun juga seperti ini). Mungkin masih banyak aspek yang belum masuk, tapi garis besarnya aku rasa udah tertuang semua di sini. Whether you're petrol head or not, just remember that this life's struggle is actually quite challenging, just like when a driver races his other rivals in a Grand Prix Championship!